Laporkan Masalah

Analisis Efisiensi Siklus Proses (Process Cycle Efficiency) pada Produksi Bolosego di Kabupaten Sleman Provinsi DIY

SHAFIRNA CHAIRUNISA KURNIAWAN, Ir. Pujo Saroyo M. Eng. Sc.; Megita Ryanjani Tanuputri S.T.P., M.Sc., Ph.D.

2024 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Bolosego adalah salah satu UKM pangan yang memproduksi olahan protein siap saji, yang harus terus meningkatkan daya saing di tengah pesatnya perkembangan industri pangan di Indonesia. Tantangan yang dihadapi meliputi bahan-bahan yang mudah rusak, pasokan dan kualitas yang tidak konsisten, teknik pengolahan dan resep yang rumit, sensitivitas terhadap kondisi dan waktu, serta kurangnya pengetahuan mengenai metode produksi. Tantangan ini membuat perusahaan sangat rentan terhadap pemborosan. Produk pionir dan unggulan Bolosego, oseng mercon iga, memiliki rata-rata penjualan mencapai 64.000 pax per bulan. Observasi awal pada proses produksi oseng mercon iga menunjukkan adanya penumpukan inventori WIP di area dapur, yang mengganggu aktivitas produksi.
Penelitian ini menganalisis efisiensi siklus proses produksi oseng mercon iga di pabrik Bolosego melalui identifikasi dan analisis pemborosan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM). Selanjutnya, digunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) untuk menentukan area pemborosan yang menjadi prioritas perbaikan. Area prioritas ini kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan diagram Ishikawa untuk menemukan akar penyebab pemborosan. Terakhir, diberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil analisis akar penyebab tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan yang menjadi prioritas perbaikan adalah overprocessing, overproduction, dan inventory. Rekomendasi perbaikan meliputi penerapan kaizen, production leveling, visual management, dan penentuan best practice. Implementasi rekomendasi ini diperkirakan dapat meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 0,02 persen, dari nilai awal 0,16 persen menjadi 0,18 persen.

Bolosego is a small and medium-sized enterprise (SME) in the food industry, producing ready-to-eat protein products. The company faces the challenge of maintaining competitiveness amidst the rapid growth of the food industry in Indonesia. Challenges include perishable ingredients, inconsistent supply and quality, complex processing techniques and recipes, sensitivity to conditions and timing, and a lack of knowledge about production methods. These characteristics make the company highly vulnerable to waste. Bolosego's featured product, oseng mercon iga, has an average monthly sales volume of 64.000 packs. Initial observations of the oseng mercon iga production process revealed significant work-in-progress (WIP) inventory buildup in the kitchen area, which disrupts overall production activities.

This study analyzes the process cycle efficiency of oseng mercon iga production at Bolosego by identifying and analyzing waste using Value Stream Mapping (VSM). Subsequently, Value Stream Analysis Tools (VALSAT) were used to prioritize areas of waste for improvement. These prioritized areas were further analyzed using the Ishikawa diagram to determine the root causes of waste. Finally, recommendations for improvement were provided based on the root cause analysis.

The study identified overprocessing, overproduction, and inventory as the top waste priorities for improvement. The recommendations include implementing kaizen, production leveling, visual management, and establishing best practices. The implementation of these recommendations is estimated to increase Process Cycle Efficiency (PCE) by 0,02 percent, from an initial value of 0,16 percent to 0,18 percent.

Kata Kunci : Kata kunci: pemborosan, produksi, value stream analysis tools, value stream mapping.

  1. S1-2024-460637-abstract.pdf  
  2. S1-2024-460637-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-460637-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-460637-title.pdf