Laporkan Masalah

Analisis alternatif kebijakan penanggulangan kemiskinan :: Studi kasus di Kampung Tua Bandar Dewa dan Kampung nelayan Kuala Teladas Kabupaten Tulang Bawang

WINARWAN, Deddy, Dr. Nasikun

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Penanggulangan kemiskinan di pedesaan tidak terlepas dari konteks pembangunan nasional. Pilihan terhadap konsep dan indikator kemiskinan dalam suatu masa akan mewarnai berbagai kebijakan yang diambil, pemakaian konsep yang berbeda akan melahirkan cara pandang yang berbeda pula. Isu utama kemiskinan pedesaan adalah keterbatasan akses dan kontrol terhadap produktif resources, sehingga diperlukan adanya alternatif kebijakan dan kelembagaan yang mampu memperluas ruang bagi kaum miskin untuk mengakses produktif resources karena kemiskinan pedesaan merupakan suatu yang unik dan spesifik dan merupakan fenomena yang multidimensi dimana memerangkap kelompok masyarakat spesifik kemiskinan dengan sangat dinamis. Berdasarkan asumsi tersebut, maka penelitian ini mencoba untuk menunjukkan bahwa solusi permasalahan kemiskinan melalui program anti kemiskinan tidak bisa disamakan/diseragamkan pada tiap-tiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi, tipe dan proses pemiskinan yang terjadi pada masing-masing unit analisis serta merekomendasikan alternatif kebijakan penanggulangan kemiskinan yang tepat bagi permasalahan kemiskinan pedesaan di Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tulang Bawang dengan unit analisis di Kampung Tua Bandar Dewa dan Kampung Nelayan Kuala Teladas. Desain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA), dalam hal ini studi kasus dimaksudkan sebagai pencarian masalah secara partisipatif terhadap dimensi dan tipe kemiskinan serta proses pemiskinan yang melatarbelakangi kemiskinan masyarakat di Kampung Tua Bandar Dewa dan Kampung Nelayan Kuala Teladas Kabupaten Tulang Bawang, serta alternatif kebijakan yang perlu dilakukan sebagai respon terhadap masalah kemiskinan tersebut, dimana peneliti hanya berperan sebagai fasilitator saja, sedangkan anggota masyarakat yang berperan pro aktif mengkaji dan menganalisa masalah kemiskinan yang dialami mereka. Hasil penelitian didapatkan bahwa dimensi utama kemiskinan masyarakat pada kedua kampung unit analisis tidak sama, sehingga tipe kemiskinan dan proses pemiskinan yang terjadi juga tidak sama/seragam. Hal ini membawa konsekuensi bahwa alternatif kebijakan penanggulangan kemiskinan yang perlu diimplementasikan pada kedua kampung tersebut juga berbeda. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian tersebut maka alternatif kebijakan terpilih yang direkomendasikan untuk Kampung Tua Bandar Dewa adalah : penerapan teknologi pertanian modern, peningkatan akses terhadap jaringan pemasaran pasca panen, pengembangan pertanian tradisional. Sedangkan untuk Kampung Nelayan Kuala Teladas alternatif kebijakan terpilih yang direkomendasikan adalah : pembentukan dan pengembangan sistem jaringan pasar perikanan, penerapan modernisasi teknologi perikanan bagi nelayan, pengurangan eksploitasi intermediasi pembina terhadap nelayan.

Rural poverty alleviation is not separable to the context of national development. Choice on the concept and indicator of the poverty in a period will colour various policies taken, while use of different concepts will lead to a different way of view as well. The main issue of the rural poverty is caused by the limited access and control to productive resources so that it needs the alternative policies and an institution that can expand the space for the poor to access to the productive resource because the rural poverty is as a unique and specific matter and multi-dimension phenomenon in which capture a group of specific poor society dynamically. Based on the assumption, this research attempts to prove that solution of the poverty problem through program of poverty alleviation is can’t be uniformed on each area. The purpose of this research is to find out dimension, type and process of poverty occurred in each analysis unit and recommending an alternative policy of appropriate poverty coping for the rural poverty problem in Regency of Tulang Bawang. This research took place in Regency of Tulang Bawang with analysis unit in Bandar Dewa Village and Kuala Teladas Village. The research design used is descriptive qualitative by using participatory rural appraisal (PRA) method. In this case, the case study is aimed for searching any problems on the dimension and type of the poverty and process of poverty as background of poverty in Bandar Dewa Village and Kuala Teladas Village, Regency of Tulang Bawang, and finding out any alternative policy needed as respond to the poverty problem in which the research play a facilitator role, while the members of societies play role proactively to examine and analyze the poverty problem being experienced by them. Result of this research has proved that the main dimension of poverty in both villages of analysis unit is not equal, so the type of poverty and poverty process is also not equal. It brings consequence that alternative policy of coping the poverty that needs to be implemented on the both villages is also different. Therefore, according to the result suggests that the chosen alternative policies recommended to Bandar Dewa Village are as follow : application of modern technology, increase of access to market-net of post-harvest, traditional agriculture development. While for the Kuala Teladas Village that the chosen alternative policies recommended are : development of net-system of fishery market, application of fishery modern technology for fishermen, decreased the exploitative intermediation.

Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah,Kemiskinan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.