Evaluasi Jaringan Jalan Angkutan Getah Pinus di Perum Perhutani RPH Gombeng, BKPH Ketapang, KPH Banyuwangi Utara
APIS MELIFERA CEMARA DEWI, Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc.forest trop.
2024 | Skripsi | KEHUTANAN
Pemanenan hasil hutan atau kegiatan mengeluarkan hasil hutan kayu maupun bukan kayu dari dalam hutan harus ditunjang dengan infrastruktur yang memadai demi keamanan kualitas dan kuantitas hasil hutan serta tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik jaringan jalan hutan dan tingkat keoptimalannya terhadap pengangkutan getah pinus.
Penelitian dilakukan di RPH Gombeng, BKPH Ketapang, KPH Banyuwangi Utara yang memiliki luas 1864,14 Ha dan memiliki potensi getah pinus pada tahun 2024 sebesar 535,22 kg/ha. Parameter karakteristik jaringan jalan hutan yang dihitung berupa kerapatan jalan (RD), jarak antar jalan (RS), jarak pikul rata-rata teoritis (JPRt), jarak pikul rata-rata terpendek (JPRp), jarak pikul rata-rata lapangan (JPRr), dan persen pembukaan wilayah (E%) serta kerapatan jalan optimal (ORD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik jaringan jalan di RPH Gombeng memiliki tingkat kerapatan jalan (RD) yang berada pada kategori sedang, dengan jarak antar jalan (RS) 493,61 meter. Jarak pikul rata-rata teoritis adalah 123,40 meter, dengan jarak pikul rata-rata terpendek sebesar 169,20 meter dan jarak pikul rata-rata di lapangan sebesar 209,57 meter. Persentase pembukaan wilayah hutan tergolong baik. Nilai Kerapatan Jalan Optimal (ORD) tidak dapat dihitung karena nilai TC meningkat seiring dengan bertambahnya nilai RCC dan RMC, serta perbedaan biaya pemikulan getah pinus yang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Nilai RD sebesar 20,25 m/Ha untuk pemanenan getah pinus tidak dapat secara pasti menunjukkan apakah jaringan jalan hutan yang ada sudah mendukung penyadapan getah pinus, karena tidak diperoleh nilai ORD.
The harvesting of forest products or the extraction of timber and non-timber forest products must be supported by adequate infrastructure to ensure the quality and quantity of forest products, as well as the safety of the workforce. The purpose of this research is to determine the characteristics of the forest road network and its optimality in transporting pine resin.
The research was conducted in RPH Gombeng, BKPH Ketapang, KPH Banyuwangi Utara, which covers an area of 1,864.14 hectares and has a potential pine resin yield in 2024 of 535,22 kg/ha. The parameters of the forest road network characteristics calculated include road density (RD), road spacing (RS), Mean Skidding Distance Theoritical (MSDt), Mean Skidding Distance Shortest (MSDp), Mean Skidding Distance Real (MSDr), percentage of area opened (E%), and optimal road density (ORD).
The research results indicate that the road network characteristics in RPH Gombeng have a moderate level of road density (RD), with road spacing (RS) of 493,61 meters. The average theoretical carry distance is 123,40 meters, with the shortest average carry distance of 169,20 meters and the average field carry distance of 209,57 meters. The percentage of forest area opened is categorized as good. The optimal road density (ORD) value could not be calculated because the TC value increased in line with the rise in RCC and RMC values, and the difference in pine resin carry costs showed no significant variation. The RD value of 20.25 m/ha for pine resin harvesting cannot definitively indicate whether the existing forest road network supports pine resin tapping, as the ORD value was not obtained.
Kata Kunci : Jalan Hutan, Jaringan Jalan Hutan, Karakteristik Jaringan Jalan Hutan, Pembukaan Wilayah Hutan, Kerapatan Jalan Optimal