Laporkan Masalah

Risiko Produksi Usaha Tani Bawang Merah di Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul

CHRISTINA RUTH ANDRIANI, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Sugiyarto, S.P., M.Sc.; Gilang Wirakusuma, S.P., M.Sc.

2024 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Bawang merah merupakan salah satu produk pertanian dengan nilai ekonomis tinggi yang memiliki kontribusi penting dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Tingginya nilai ekonomi dan permintaan bawang merah diiringi dengan sejumlah risiko produksi yang dihadapi oleh para petani di Kapanewon Sanden. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat produktivitas usaha tani bawang merah di Kapanewon Sanden, (2) mengetahui risiko produksi usaha tani bawang merah di Kapanewon Sanden, dan (3) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi usaha tani bawang merah di Kapanewon Sanden. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analitik. Lokasi ditentukan melalui metode purposive sampling, dengan jumlah sampel petani 82 orang yang diperoleh secara multi stage sampling. Penelitian ini menggunakan uji one sample t-test pada perbandingan produktivitas bawang merah, analisis koefisien variasi untuk mengukur risiko produksi, dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas usaha tani bawang merah di Kapanewon Sanden bernilai positif dan lebih kecil daripada produktivitas nasional. Risiko produksi usahatani bawang merah tergolong rendah. Faktor yang berpengaruh positif terhadap risiko produksi bawang merah yaitu luas lahan dan pestisida, sedangkan jumlah bibit berpengaruh negatif terhadap risiko produksi bawang merah di Kapanewon Sanden.

Shallots are one of the agricultural products with high economic value that contribute significantly to various daily activities. The high economic value and demand for shallots are accompanied by several production risks faced by farmers in Kapanewon Sanden. This research aims to (1) determine the productivity level of shallot farming in Kapanewon Sanden, (2) identify the production risks of shallot farming in Kapanewon Sanden, and (3) analyze the factors influencing the production risks of shallot farming in Kapanewon Sanden. The method used in this research is descriptive-analytic. The location was determined using a purposive sampling method, with a total sample of 82 farmers obtained through multi-stage sampling. This study employs a one-sample t-test to compare shallot productivity, coefficient of variation analysis to measure production risks, and multiple linear regression analysis to identify the factors affecting shallot production risks. The results show that the productivity of shallot farming in Kapanewon Sanden is positive but lower than the national productivity. The production risk of shallot farming is considered low. Factors that positively affect shallot production risks include land area and pesticides, while the number of seeds negatively affects shallot production risks in Kapanewon Sanden.

Kata Kunci : bawang merah, produktivitas, risiko produksi, faktor produksi, OLS

  1. S1-2024-455568-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455568-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455568-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455568-title.pdf