Laporkan Masalah

Partisipasi di masa transisi :: Studi tentang partisipasi masyarakat Timbulharjo dalam pembangunan desa

KURNIANTARA, Dr. Pratikno

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mencari jawaban atas permasalahan tentang bagaimana partisipasi masyarakat desa didalam pengambilan keputusan, perencanaan, pelaksanaan dan kontrol terhadap pembangunan desa dimasa otonomi desa, serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat tersebut. Pola pikir teori yang digunakan adalah bahwa desentralisasi mengakibatkan munculnya daerah otonom. Keberadaan masyarakat yang otonom mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat, sementara partisipasi masyarakat sebagai prasyarat terselenggaranya pembangunan desa yang partisipatif-demokratis serta menjadi salah satu tolok ukur mendasar yang paling logis untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan otonomi desa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan untuk menjaring data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara itu, partisipasi masyarakat merupakan obyek penelitian dengan lokasi penelitian di Desa Timbulharjo. Subyek peneliian adalah warga masyarakat, tokoh masyarakat, pamong desa dan organisasi lokal di desa Timbulharjo. Untuk analisis data digunakan teknik analisa diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimasa otonomi desa ini, masyarakat Timbulharjo telah berpartisipasi dalam pembangunan desa. Hal ini dapat dilihat dari keperdulian masyarakat terhadap pembangunan desa, telah terlibatnya warga masyarakat didalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan. Sementara itu, Partisipasi masyarakat didalam melakukan kontrol terhadap program/kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan serta kelangsungan hidup masyarakat telah berjalan dengan baik, tetapi terhadap program/kegiatan yang tidak secara langsung mengancam kepentingan dan kelangsungan hidup masyarakat, kontrol masyarakat menjadi lemah. Partisipasi masyarakat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu basis informasi di desa yang kuat, kepemimpinan Lurah Desa, keberadaan organisasi lokal yang partisipatif serta pemerintah desa yang responsiffasilitatif. Sebagai alternatif kebijakan adalah: 1) Rencana program/kegiatan pembangunan desa diangkat dari rencana program/kegiatan pembangunan yang disusun oleh masyarakat pedukuhan; 2) fasilitasi terhadap rencana program/kegiatan pembangunan yang diprakarsai oleh masyarakat melalui forum publik (forum Musbangdus, Musbangdes maupun forum rembug deso lainnya) agar dapat terealisasikan; 3) diberikannya ruang publik kepada masyarakat untuk melakukan kontrol dan diciptakannya hubungan kritis antara masyarakat dengan pemerintah desa; dan 4) Program/kegiatan pembangunan dari atas (top-down) hanya dapat diimplentasikan apabila diformulasikan bersama warga masyarakat setempat.

This research aimed at understanding and looking for the answers of problem about how is the participation of village society in decision making, planning, implementation, and control to the village development in autonomy era, and also factors affecting toward that society participation. Mind system in this research is decentralization caused autonomy area. Autonomy society caused the growth of society participation, and society participation is prerequisite of participate-democratize village development. In other hand, society participation is one of logically basic measuring of rod for assessment the successfulness of village autonomy. Used qualitative method, with observation, interview and documentation to gathering data. Society participation as object of study with research location lied at Timbulharjo village. This subject of investigation was social members, social figures, social staffs, and local organization in Timbulharjo village. For data analysis, qualitative descriptive technique was used. The result showed that in this village autonomy era, Timbulharjo society has participated in the village development. This could be viewed from the concern of society to the village development, social members have been involved in the decision making and the implementation of development. Meanwhile, the society participation to control the village development program concerning with the interest and survive is quiet high and increasingly higher. On the contrary, the society participation to control the program, which indirectly threat the interest and survive, is low. The society participation was influenced by several factors, that were, strong basic information, the leadership of Village Head, the presence of participation local organizations, and also responsive-facilitative village authorities. Alternative policies are: 1) program plan of village development was lifted from development program plan arranged by orchard community. 2) facilities to the development program plan initiated by community through public forum (Musbangdus, Musbangdes, and other rembug deso forums) in order able to be realized; 3) the providing of public scope to society to do control and creation of critical relationship between society and village government; and 4) top-down development program only implemented if that program was formulated with local social members.

Kata Kunci : Pembangunan Desa,Partisipasi Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.