Pelestarian lingkungan saat ini menjadi salah satu hal yang dinilai dapat memperlambat efek perubahan iklim. Indonesia menjadi negara yang memiliki kekayaan keanekaragaan hayati salah satunya adalah keanekaragaman spesies burung. Namun, di waktu yang sama keberadaan spesies burung tersebut terancam, baik oleh alih fungsi lahan, penggundulan hutan, perusakan habitat, dan perburuan yang masif. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui konservasi. Idealnya konservasi saat ini tidak dapat dilakukan tanpa keterlibatan masyarakat lokal, atau biasa disebut sebagai konservasi berbasis masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat lokal diharapkan dapat terjadi win- win solution dimana burung terjaga kelestariannya, dan masyarakat mendapat manfaat dari terjaganya burung tersebut. Pemberdayaan sebagai salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai win- win solution tersebut. maka perlu kiranya untuk melihat bagaimana proses pemberdayaan dalam suatu upaya konservasi burung dilakukan. Berangkat dari hal inilah, didapat rumusan masalah dari penelitian ini, yaitu bagaimana proses pemberdayaan masyarakat dalam upaya konservasi.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan thematic analysis sebagai teknik analisis data. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan wawancara mendalam. Pada proses wawancara peneliti melakukan proses wawancara secara langsung turun ke lapangan dan bertemu secara tatap muka dengan 9 informan. Kriteria yang dibuat untuk menjaring informan adalah anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Wanapaksi.
Penelitian ini menemukan bahwa suatu proses pemberdayaan masyarakat dapat mengalami perkembangan baik dalam lingkup kelompok dan partisipasi, seiring dengan berkembangnya tantangan atau permasalahan yang ditemukan di dalam masyarakat. Menjadi penting kiranya untuk memahami dalam konteks seperti apa proses pemberdayaan ini dilakukan. Dalam konteks yang berbeda mungkin akan ditemukan adanya faktor- faktor lain yang berperan dalam mendukung berjalannya tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan masyarakat.
Environmental preservation is increasingly viewed as a key approach to mitigating the effects of climate change. Indonesia, known for its rich biodiversity, boasts a wide variety of bird species. However, these species are under threat due to factors such as land conversion, deforestation, habitat destruction, and large-scale hunting. Conservation efforts are crucial in addressing these issues. Ideally, conservation today cannot be successfully implemented without the involvement of local communities, a concept known as community-based conservation. Engaging local communities is expected to create a win-win solution, where bird preservation is ensured, and communities benefit from conservation efforts. Empowerment is a crucial mechanism to achieve this balance. Therefore, it is essential to understand how community empowerment is integrated into bird conservation initiatives. This research aims to investigate the process of community empowerment in conservation efforts.
This study is qualitative, employing a case study approach and using thematic analysis as the data analysis technique. Data collection was conducted through in-depth interviews. The researcher conducted these interviews in the field, meeting face-to-face with nine informants. The informants were selected based on specific criteria, which included being members of the Wanapaksi Forest Farmers Group (KTH).
The findings reveal that the community empowerment process can evolve both in terms of group dynamics and participation as challenges and issues in society emerge. It is crucial to understand the context in which this empowerment process occurs, as different contexts may reveal additional factors that influence the stages of community awareness, capacity building, and empowerment.
Kata Kunci : Proses Pemberdayaan, Konservasi, Konservasi Berbasis Masyarakat