Laporkan Masalah

Counter-Hegemony Suku Sasak Bayan Sebagai Upaya Melestarikan Rumah Adat Bale Bayan Pasca-Gempa Lombok 2018

UBAIDILLAH HANIF, Dr. Dra. Ratnawati, S.U

2024 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Hegemoni pengetahuan modern dalam program pembangunan rekonstruksi pascagempa Lombok 2018 semakin mengancam eksistensi rumah adat Bale Bayan sebagai salah satu kearifan lokal suku Sasak Bayan. Hal ini kemudian memicu respons penolakan dari masyarakat suku Sasak Bayan. Penelitian ini berupaya mengkaji dinamika counter-hegemony yang dilakukan aktor intelektual masyarakat suku Sasak Bayan untuk tetap melestarikan rumah adat Bale Bayan sebagai kearifan lokal yang telah menyelamatkan kehidupan antar generasi. Hasil penelitian terbagi menjadi 4 fokus diskusi. Pertama, kenyataan hidup suku Sasak Bayan di Lombok Utara yang harus bertahan di tengah kawasan rawan bencana gempa bumi. Kedua, bentuk hegemoni terhadap eksistensi kearifan lokal rumah adat bale bayan. Ketiga, upaya-upaya counter-hegemony yang dilakukan oleh suku Sasak Bayan sebagai upaya untuk melestarikan kearifan lokal berupa rumah adat Bale Bayan. Keempat, eksplorasi model strategis upaya counter-hegemony dalam ruang sosial yang dapat diupayakan oleh masyarakat Suku Sasak Bayan. 

The hegemony of modern knowledge in the post-earthquake reconstruction development program in Lombok 2018 increasingly threatens the existence of the Bale Bayan traditional house as one of the local wisdoms of the Sasak Bayan tribe. This has triggered a response of rejection from the Sasak Bayan tribal community. This research aims to examine the dynamics of counter-hegemony carried out by intellectual actors of the Sasak Bayan tribal community to preserve the Bale Bayan traditional house as local wisdom that has saved lives across generations. The research results are divided into four focus areas of discussion. First, the reality of life for the Sasak Bayan tribe in North Lombok, who must survive in an earthquake-prone area. Second, the form of hegemony against the existence of local wisdom embodied in the Bale Bayan traditional house. Third, the counter-hegemony efforts undertaken by the Sasak Bayan tribe as an attempt to preserve local wisdom in the form of the Bale Bayan traditional house. Fourth, the exploration of strategic models for counter-hegemony efforts in social spaces that can be pursued by the Sasak Bayan tribal community.

Kata Kunci : Counter-Hegemony, Bale Bayan, Suku Sasak Bayan

  1. S1-2024-459884-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459884-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459884-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459884-title.pdf