Pengelolaan Usaha Perhutanan Sosial pada Kelompok Tani Hutan Giri Amerta Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Barat
TANDAVA SINDHU ARGYA GAUTAMA, Wiyono, S.Hut., M.Si.
2024 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN
Perhutanan sosial menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk mewujudkan pengelolaan hutan lestari dengan melibatkan masyarakat. Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan salah satu bentuk pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan usaha perhutanan sosial di Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Amerta. Penelitian dilakukan di KTH Giri Amerta KPH Bali Barat di Desa Yeh Embang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa KTH Giri Amerta melakukan pengelolaan dengan aspek kelola kelembagaan, aspek kelola kawasan, dan aspek kelola usaha. KTH Giri Amerta dalam aspek kelola kelembagaan telah memiliki struktur organisasi dan membentuk AD/ART. KTH Giri Amerta terdiri dari 15 pengurus dan 206 anggota. KTH Giri Amerta dalam aspek kelola kawasan meliputi pengelolaan batas kawasan, pengelolaan fasilitas wisata, konservasi, pengamanan dan perlindungan hutan. KTH Giri Amerta dalam aspek kelola usaha dengan membentuk 4 (empat) Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). KUPS tersebut diantaranya yaitu KUPS Loka Sari yang melakukan pengelolaan agroforestri (kopi, pala dan durian), KUPS Loka Lestari yang melakukan pengelolaan agroforestri (vanili, porang, kakao), KUPS Sedana Arta yang berfokus mengelola jasa lingkungan (eduforestry dan ekowisata), dan KUPS Wana Lestari yang berfokus pada pengelolaan silvofishery. KTH Giri Amerta juga telah didukung oleh berberapa pihak seperti Dinas terkait dan Yayasan IDEP Foundation Selaras Alam dalam hal pelatihan dan pengadaan alat untuk pengembangan usahanya.
Social forestry is one of the government's policies to realize sustainable forest management by involving the community. Community Forestry (HKm) is a form of forest management that involves the community. This research aims to determine the management of social forestry businesses in the Giri Amerta Forest Farmers Group (KTH). The research was conducted at KTH Giri Amerta KPH West Bali in Yeh Embang Kauh Village, Mendoyo District, Jembrana Regency, Bali Province. This research was conducted using qualitative methods. Data collection techniques were carried out by means of field observations, in-depth interviews and documentation studies. The research results show that KTH Giri Amerta carries out management using institutional management aspects, regional management aspects and business management aspects. KTH Giri Amerta in the aspect of institutional management has an organizational structure and formed AD/ART. KTH Giri Amerta consists of 15 administrators and 206 members. KTH Giri Amerta in the area management aspect includes area boundary management, tourism facility management, conservation, security and forest protection. KTH Giri Amerta in the business management aspect by forming 4 (four) Social Forestry Business Groups (KUPS). These KUPS include KUPS Loka Sari which carries out agroforestry management (coffee, nutmeg and durian), KUPS Loka Lestari which carries out agroforestry management (vanilla, porang, cocoa), KUPS Sedana Arta which focuses on managing environmental services (eduforestry and ecotourism), and KUPS Wana Lestari which focuses on management silvofishery. KTH Giri Amerta has also been supported by several parties such as related agencies and the IDEP Foundation Selaras Alam in terms of training and procurement of tools for business development.
Kata Kunci : Perhutanan Sosial, Hutan Kemasyarakatan, Kelompok Tani Hutan