Analisis Sinyal Eeg Untuk Meningkatkan Separabilitas Kelas Motor Imagery Bergerak Maju Dan Mundur Dengan Common Spatial Pattern
NICHOLAS DIMAS PRATAMA PUTRA, Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D;Dr.Eng., Adha Imam Cahyadi, ST., M.Eng
2024 | Skripsi | S1 TEKNIK BIOMEDIS
Stroke seringkali menyebabkan kecacatan yang signifikan, terutama hilangnya
fungsi motorik, yang sangat membatasi kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas
sehari-hari. BCI menawarkan jalur yang menjanjikan untuk mengembalikan sebagian
tingkat kemandirian dengan memungkinkan kontrol perangkat eksternal, seperti prostetik dan kursi roda, melalui sinyal otak. Aspek penting dari sistem ini adalah interpretasi
sinyal motor imagery (MI), yang melibatkan simulasi mental gerakan. Namun, membedakan antara tugas MI yang berbeda, seperti membayangkan gerakan maju dengan mundur, tetap menjadi tantangan besar karena sifat sinyal elektroensefalografi (EEG) yang
berisik dan kompleks.
Penelitian ini berfokus pada pelatihan algortima untuk klasifikasi sinyal MI melalui teknik pemrosesan sinyal digital, khususnya dengan menerapkan Common Spatial
Pattern (CSP). Metode CSP digunakan untuk memaksimalkan perbedaan varians antara
kelas MI, yang secara teori dapat meningkatkan keterpisahan sinyal. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun CSP efektif dalam memisahkan kelas berdasarkan
varian, dimana CSP dapat meningkatkan perbandingan rasio antara varian kelas maju
dengan kelas mundur setelah implementasi CSP. Akan tetapi metode ini tidak secara
signifikan meningkatkan kinerja algoritma pembelajaran mesin yang bertugas
mengklasifikasikan sinyal-sinyal tersebut. Model pembelajaran mesin mengalami
kesulitan untuk mencapai akurasi tinggi yang menyoroti kompleksitas dan keterbatasan
pendekatan saat ini. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun CSP dapat meningkatkan
fase awal pemrosesan sinyal, diperlukan penyempurnaan lebih lanjut pada teknik
pembelajaran mesin dan proses preprocessing untuk mengembangkan sistem BCI
yang lebih efektif dan andal. Hal ini ditunjukkan pada akurasi yang dihasilkan dari model
terbaik hanya 49,6%, yang menunjukkan klasifikasi acak, yang disebabkan oleh
ketidakmampuan classifier untuk mencari pola dari fitur. Penelitian ini menekankan
tantangan yang terus berlanjut dalam pengembangan BCI dan perlunya inovasi
berkelanjutan untuk menciptakan teknologi asistif yang benar-benar meningkatkan
kualitas hidup bagi individu dengan gangguan motorik.
Stroke is a major global health issue, often resulting in significant disability due
to the loss of motor function, which hinders patients’ ability to perform essential daily activities. Brain Computer Interfaces (BCI) have emerged as a promising assistive
technology, allowing individuals to control external devices, such as prosthetics or wheelchairs, using brain signals. A key component of BCI systems is the interpretation of
Motor Imagery (MI) signals, which involve the mental simulation of physical movements.
However, the accurate classification of different MI tasks, such as imagining forward versus backward movements, is challenging due to the inherently noisy and complex nature
of electroencephalography (EEG) signals.
This research aims to overcome these challenges by applying advanced digital
signal processing techniques, particularly the Common Spatial Pattern (CSP) algorithm,
to enhance the classification accuracy of MI signals. The study involves a comprehensive
preprocessing of EEG data, including filtering to eliminate noise and artifacts, followed
by the application of CSP to improve the separability of the forward and backward MI
signal classes. The results indicate that CSP is effective at separating classes based
on variance, which enhanced the variance ratio between the front and backward motor
imagery, after applying CSP to the data. However, it does not significantly enhance the
performance of machine learning algorithms tasked with classifying these signals. The
machine learning models struggled to achieve high accuracy, highlighting the complexity
and limitations of current approaches. These findings suggest that while CSP can
improve the initial signal processing phase, the machine learning fails to understand the
pattern, which the best model achieved only 49,6% in accuracy. Further refinement of
machine learning and preprocessing techniques is needed to develop more effective and
reliable assistive systems. This research underscores the ongoing challenges in BCI
development and the need for continued innovation to create assistive technologies that
truly enhance the quality of life for individuals with motor impairments.
Kata Kunci : Rehabilitasi Stroke, Motor Imagery, Pemrosesan Sinyal EEG, Common Spatial Pattern, Teknologi Asistif/ Stroke, Motor Imagery, EEG Signal Processing, Common Spatial Pattern, Assistive Technology