Peran Koperasi Notowono dalam Mengelola Pemanfaatan Hutan Wisata Alam: Pelajaran dari Mangunan, Yogyakarta
NAZALA FADHLIKAL KARIMA, I Made Krisnajaya, S.I.P., M.Pol.Admin.
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Eksistensi koperasi di masa kini sering dipertanyakan relevansinya sebagai badan usaha modern. Namun faktanya, dengan tantangan ekologis yang mendesak, koperasi menawarkan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya hutan. Koperasi Notowono, misalnya, berhasil memanfaatkan hutan lindung untuk pengembangan destinasi wisata. Pemanfaatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan lokal, tetapi juga menunjukkan relevansi koperasi dalam pengelolaan sumber daya alam dengan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan bahwa Koperasi Notowono berperan sebagai regulator, dinamisator, sekaligus fasilitator dalam pengelolaan hutan lindung. Notowono sebagai regulator mengatur dan mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh operator dalam pemanfaatan hutan lindung. Koperasi Notowono sebagai dinamisator berperan dalam mengupayakan kebangkitan wisata setelah pandemi dan menginovasikan integrasi potensi dalam bentuk paket wisata. Koperasi Notowono sebagai fasilitator menjadi badan legal penghubung dengan pihak ketiga serta memfasilitasi kegiatan peningkatan kompetensi seperti pelatihan dan sejenisnya. Terdapat faktor pendukung pengelolaan pemanfaatan hutan yaitu adanya tokoh sentral, sumber daya manusia yang berusia produktif, serta daya tarik yang beragam. Selain itu, terdapat faktor penghambatnya yang berupa kurangnya inisiatif akan pelatihan, pembatasan kriteria masyarakat, dan inovasi yang kurang modern. Berdasarkan penelitian ini, Notowono berperan lebih besar sebagai regulator yang dalam pelaksanaannya menerbitkan aturan internal dan pengawasan terhadap operator.
The relevance of cooperatives as modern business entities is often questioned in today's context. However, in light of pressing ecological challenges, cooperatives provide sustainable solutions for the management of natural resources, particularly forests. For instance, Koperasi Notowono has successfully utilized protected forests for the development of tourism destinations. This utilization not only enhances local welfare but also demonstrates the responsibility of cooperatives in the management of natural resources. This study employs a qualitative approach, revealing that Koperasi Notowono acts as a regulator, dynamizer, and facilitator in the management of protected forests. As a regulator, Notowono oversees and monitors the activities conducted by operators in utilizing protected forests. In its role as a dynamizer, Koperasi Notowono strives to revive tourism post-pandemic and innovates integration of potential through tourism packages. As a facilitator, Koperasi Notowono serves as a legal intermediary with third parties and facilitates capacity-building activities such as training. Supporting factors in the management of forest utilization include the presence of central figures, productive human resources, and diverse attractions. However, there are also hindering factors such as a lack of initiative for training, restrictive community criteria, and insufficiently modern innovations. Based on this research, Notowono plays a significant role as a regulator, issuing internal regulations and supervising operators in its implementation.
Kata Kunci : peran, koperasi, regulator, pemanfaatan hutan