KARAKTERISTIK BRIKET ARANG LIMBAH AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI SUHU DAN WAKTU KARBONISASI
IHZA AMALUDIN ANNAS, Dr. Ir. Johanes Pramana Gentur Sutapa, M.Sc. Forest.Trop.
2024 | Skripsi | KEHUTANAN
KARAKTERISTIK
BRIKET ARANG LIMBAH AMPAS TEBU
(Saccharum officinarum L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI SUHU DAN
WAKTU KARBONISASI
Oleh:
Ihza
Amaludin Annas1 J.P Gentur Sutapa2
INTISARI
Ampas tebu merupakan limbah biomassa yang
melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal, sementara kebutuhan energi
terus meningkat dan subsidi bahan bakar minyak semakin dikurangi. Penelitian
ini bertujuan untuk mempelajari dan mengidentifikasi karakteristik kualitas
briket arang dari limbah ampas tebu (Saccharum officinarum L.) pada
berbagai kombinasi suhu dan waktu karbonisasi sesuai dengan standar
internasional.
Penelitian ini menggunakan
rancangan deskriptif untuk mengamati karakteristik kualitas briket arang dari
limbah ampas tebu pada berbagai kombinasi suhu karbonisasi (300°C, 350°C, dan
400°C) serta waktu karbonisasi (60, 90, dan 120 menit). Proses pembuatan briket arang dilakukan dengan mencampurkan perekat
(perbandingan: air 1:16) sebanyak 6?ri 27 g serbuk arang. Campuran perekat
dan serbuk arang kemudian dicetak menggunakan kempa hidraulik dengan tekanan
3000 psi selama 15 menit dan dikeringkan. Briket arang yang dihasilkan diuji
kualitasnya berdasarkan parameter sifat fisika (kadar air, berat jenis, dan
nilai kalor) dan sifat kimia (kadar abu, kadar zat mudah menguap, dan kadar
karbon terikat).
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa briket arang dari limbah ampas tebu memiliki sifat sebagai berikut: kadar
air 7,07% - 8,31%; berat jenis 0,76 - 0,87; nilai kalor 5.369,33 kal/g - 6.345,33
kal/g; zat mudah menguap 11,74% - 25,38%; kadar abu 10,21% - 11,13%; dan kadar
karbon terikat 64,09% - 77,47%. Hasil pengujian menunjukkan briket arang
yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas briket arang Indonesia, Jepang,
dan Amerika untuk parameter kadar air, nilai kalor, kadar zat mudah menguap,
dan karbon terikat.
Kata Kunci: Limbah Ampas Tebu, Briket Arang, Suhu Karbonisasi, Waktu karbonisasi
1Mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan,
Universitas Gadjah Mada
2Dosen Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas
Gadjah Mada
CHARACTERISTICS OF
SUGARCANE BAGASSE
(Saccharum officinarum L.) CHARCOAL BRIQUETTES AT VARIOUS
COMBINATIONS OF
CARBONIZATION TEMPERATURE AND TIME
By:
Ihza
Amaludin Annas1 J.P Gentur Sutapa2
ABSTRACT
Sugarcane bagasse is an
abundant biomass waste that has not been optimally utilized, while energy needs
continue to increase and fuel oil subsidies are increasingly being reduced.
This research aims to study and identify the quality characteristics of charcoal
briquettes from bagasse waste (Saccharum officinarum L.) at various
combinations of temperature and carbonization time in accordance with
international standards.
This research uses a
descriptive design to observe the quality characteristics of charcoal
briquettes from bagasse waste based on a combination of carbonization
temperature (300°C, 350°C, and 400°C) and carbonization time (60, 90, and 120
minutes). The process of making charcoal briquettes was carried out by mixing
the adhesive (ratio: water 1:16) as much as 6% of 27 g of charcoal powder. The
mixture of adhesive and charcoal powder was then molded using hydraulic felts
with a pressure of 3000 psi for 15 minutes and dried. The resulting charcoal
briquettes were tested for quality based on physical properties (moisture
content, bulk density, and calorific value) and chemical properties (ash
content, volatile matter content, and fixed carbon content).
The results showed that
charcoal briquettes from bagasse waste have the following properties: moisture content of 7,07% - 8,31%; bulk
density of 0,76 – 0,87; calorific value of 5.369,33 – 6.345,33 cal/g; volatile
matter content of 11,74% - 25,38%; ash content of 10,21% - 11,13%; and fixed
carbon content of 64,09% - 77,47%. The test
results show that the charcoal briquettes produced have met the quality
standards of Indonesian, Japanese, and American charcoal briquettes for the
parameters of moisture content, calorific value, volatile matter content, and fixed
carbon content.
Keywords: Sugarcane Bagasse Waste, Charcoal
Briquettes, Carbonization Temperature, Carbonization Time
1Student of Forest Products Technology Departement, Faculty of Forestry,
Gadjah Mada University
2Lecturer of Forest Products Technology Departement, Faculty of Forestry, Gadjah Mada University
Kata Kunci : Limbah Ampas Tebu, Briket Arang, Suhu Karbonisasi, Waktu karbonisasi / Sugarcane Bagasse Waste, Charcoal Briquettes, Carbonization Temperature, Carbonization Time