Laporkan Masalah

Aplikasi Permainan Terapi Speech Delay dengan Konsep Gamifikasi

ADITYA RAMADHAN, Dr. Ahmad Nasikun, S.T., M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM.

2024 | Skripsi | TEKNOLOGI INFORMASI

Keterlambatan bicara atau speech delay merupakan masalah perkembangan yang signifikan pada anak-anak di Indonesia . Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 5-8\% anak di Indonesia mengalami speech delay. Kondisi ini dapat berdampak serius pada kemampuan komunikasi dan pembelajaran anak di sekolah, terutama jika melihat dampak language delay yang juga dapat menghambat anak dalam memahami pembelajaran di dunia pendidikan. Penyebab utama speech delay pada anak-anak bervariasi, diantaranya kurangnya stimulus dari lingkungan sekitar, penggunaan gadget yang berlebihan, dan faktor genetik. Terapi wicara adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk mengatasi masalah ini. Terapi ini melibatkan sesi-sesi teratur yang berfokus pada pengembangan keterampilan bahasa ekspresif dan reseptif, artikulasi, serta kemampuan sosial komunikasi. Namun, keterbatasan akses terhadap media terapi yang memadai menjadi kendala dalam pelaksanaan terapi wicara yang optimal. Oleh karen itu, diperlukan sarana terapi yang dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat sebagai solusi kemudahan akses.

Urgensi pengembangan media edukasi atau aplikasi permainan dengan konsep gamifikasi untuk terapi speech delay sangat penting dalam konteks ini. Aplikasi semacam ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas terapi, mempertahankan minat anak-anak, dan menyediakan solusi yang lebih mudah diakses dan diimplementasikan dalam konteks Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elemen gamifikasi seperti poin, level, dan penghargaan dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan anak dalam terapi. Dengan mengintegrasikan teknologi speech-to-text (STT) dan augmented reality (AR), aplikasi ini dapat menyediakan umpan balik real time dan visualisasi interaktif yang mendukung pelaksanaan terapi wicara. Selain itu, sistem pencatatan log perubahan kemampuan bicara anak dapat membantu terapis dan orang tua dalam memantau perkembangan anak secara lebih efektif. Pengembangan aplikasi ini akan mengisi celah dalam penelitian terdahulu dan memberikan kontribusi signifikan dalam penanganan speech delay pada anak-anak di Indonesia

Speech delay is a significant developmental issue affecting children in Indonesia. According to data from the Indonesian Pediatric Association (Ikatan Dokter Anak Indonesia, IDAI), approximately 5-8\% of children in Indonesia experience speech delay. This condition can have serious impacts on a child's communication and learning abilities, particularly when considering the effects of language delay, which can hinder their understanding of educational content. The primary causes of speech delay in children vary, including insufficient environmental stimuli, excessive gadget use, and genetic factors. Speech therapy is a common method used to address this issue. This therapy involves regular sessions focused on developing expressive and receptive language skills, articulation, and social communication abilities. However, limited access to adequate therapy media hinders the optimal implementation of speech therapy. Therefore, there is a need for accessible therapy tools that can be utilized by various segments of society as a solution to ease access.


The urgency for developing educational media or game applications with gamification concepts for speech delay therapy is crucial in this context. Such applications are expected to enhance therapy effectiveness, maintain children's interest, and provide a more accessible and implementable solution in the Indonesian context. Research indicates that incorporating elements of gamification such as points, levels, and rewards can increase motivation and engagement in therapy. By integrating speech-to-text (STT) technology and augmented reality (AR), these applications can provide real-time feedback and interactive visualizations that support speech therapy. Additionally, a log system tracking changes in children's speech abilities can help therapists and parents monitor their development more effectively. The development of these applications will fill gaps in previous research and contribute significantly to addressing speech delay in children in Indonesia.

Kata Kunci : speech delay, terapi wicara, gamifikasi, speech-to-text (STT), augmented reality (AR), aplikasi permainan

  1. S1-2024-460535-abstract.pdf  
  2. S1-2024-460535-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-460535-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-460535-title.pdf