Sikap Petani terhadap Risiko Usaha Tani Bawang Merah di Kapanewon Playen Kabupaten Gunungkidul
NAVITA FIKLI RIZKIHASTUTI, Anung Pranyoto, S.P., M.P.; Prof. Dr. Jamhari, M.P.
2024 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Bawang merah merupakan komoditas strategis pertanian yang mempengaruhi inflasi dan
ekonomi nasional, serta menjadi bumbu penyedap dalam masakan sehari-hari. Usaha tani
bawang merah menghadapi berbagai risiko yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui sikap petani terhadap risiko usaha tani bawang merah di Kapanewon
Playen, Kabupaten Gunungkidul dan mengetahui faktor – faktor yang yang
mempengaruhi sikap petani terhadap risiko usaha tani bawang merah di Kapanewon
Playen, Kabupaten Gunungkidul. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling
dan 36 petani yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan
metode analisis Multiatribut Fishbein untuk mengetahui sikap petani dan analisis regresi
linear berganda untuk mengetahui faktor–faktor yang yang mempengaruhi sikap petani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap petani terhadap risiko usaha tani bawang
merah memiliki skor sebesar 14,33 yang dikategorikan netral. Petani bersikap positif
terhadap atribut perubahan iklim dan gangguan hama dan penyakit, sedangkan sikap
petani terhadap atribut fluktuasi harga output, keterbatasan modal, dan pemilihan umbi
tergolong netral. Pengalaman usaha tani, pendidikan formal, dan pengaruh pihak lain
berpengaruh meningkatkan sikap positif petani terhadap risiko usaha tani bawang merah.
Shallot is a strategic agricultural commodity towards the stability of national economy and one of the reasons, shallot is consumed on daily basis. Shallot farming has been facing various relatively high production risks. This study aims to determine farmers' behaviour on the production risks and determining its determinants in Playen Sub-district Gunungkidul Regency. The study surveyed 36 farmers through purposive sampling. The main analysis used the Fishbein Multiattribute analysis in determining farmers' behaviour and multiple linear regression analysis to investigate its determinants. The results showed that farmers' behaviour on the production risks of shallot farming had a score of 14.33 which was categorized as neutral. Farmers have a positive reaction towards the attributes of climate change a.nd pest as well as disease disturbances, while farmers' attitude towards output price fluctuations, capital limitations, and bulb selection were categorized as neutral. Farming experience, formal education, and the influence of other parties contribute to relatively taking into account risks on shallot production.
Kata Kunci : Kata Kunci: usaha tani bawang merah, risiko usaha tani, sikap petani, Multiatribut Fishbein, regresi linear berganda