Daerah Jelajah dan Pemangsaan Satwa Liar oleh Kucing Domestik (Felis catus) dengan Penggunaan Lonceng di Hutan Desa Kemuning, Temanggung
KIANDRA LARAS SABILLA, Dr. rer. silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc.
2024 | Skripsi | KEHUTANAN
Kucing domestik (Felis catus) merupakan salah satu spesies karnivora dengan jumlah populasi yang sangat melimpah dan dianggap sebagai predator untuk spesies mangsa. Kucing domestik memiliki luas daerah jelajah yang dapat dipengaruhi oleh faktor predasi. Intervensi manusia berupa penggunaan lonceng berpotensi memengaruhi luas daerah jelajah dan pemangsaan kucing domestik. Penelitian mengenai respons penggunaan lonceng terhadap daerah jelajah dan pemangsaan satwa liar oleh kucing domestik belum pernah dilakukan di Indonesia hingga saat ini. Oleh karena itu, dilakukan penelitian di Hutan Desa Kemuning yang masih mempunyai keanekaragaman hayati dengan berbagai jenis satwa di dalamnya.
Penelitian dilakukan pada 26 Februari – 7 April 2024 tanpa memberi perlakukan selama 21 hari sebagai data kontrol kemudian dilanjutkan dengan pemberian perlakuan berupa penggunaan lonceng selama 21 hari. Metode yang digunakan untuk mengetahui jenis mangsa kucing domestik yaitu wawancara dengan masyarakat, pengamatan lapangan, dan identifikasi mangsa melalui analisis kotoran. Metode yang digunakan mengetahui daerah jelajah yaitu dengan pemasangan GPS Collar dan analisis 95% Kernel Density Estimation (KDE). Kemudian dilakukan uji beda Wilcoxon signed-rank untuk mengetahui respons penggunaan lonceng terhadap daerah jelajah dan jumlah mangsa kucing domestik.
Penggunaan lonceng pada kucing domestik dapat menurunkan tingkat pemangsaan terhadap satwa liar dan mengurangi luas daerah jelajahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons penggunaan lonceng terhadap predasi kucing domestik membuat terjadinya penurunan jumlah mangsa yang signifikan (p-value = 0,01958) yaitu sebesar 28,57%. Sementara respons penggunaan lonceng terhadap luas daerah jelajah tidak menunjukkan adanya penurunan yang signifikan (p-value = 0,9254).
Domestic cats (Felis catus) are one of the carnivorous species with a very abundant population and are considered predators of prey species. Domestic cats have a home range that can be influenced by predation factors. Human intervention using bells has the potential to affect the home range and predation of domestic cats. Research on the response of bell use to the home range and predation of wildlife by domestic cats has never been conducted in Indonesia to date. Therefore, the study was conducted in the Kemuning Village Forest which still has biodiversity with various types of animals in it.
The field study was conducted during February 26 – April 7, 2024 by comparing without and with bells for 21 days each. This study identified prey of the cats through interviewing local communities, direct observations, and prey identification from feces. Home ranges of the cats were collected by observation of movement through GPS Collar and conduct a 95% Kernel Density Estimation (KDE) analysis. Then the Wilcoxon Sign-Rank difference test was carried out to determine the response of bell treatment to the home range area and prey items.
The use of bells on domestic cats can reduce the level of predation on wildlife and reduce the size of their home range areas. The results showed that the use of bells on cats has significantly reduced number of prey (p-value = 0,01958) by 28.57%. Meanwhile, the response of bell use to the home range area did not show a significant decrease (p-value = 0,9254).
Kata Kunci : Kucing domestik, Daerah jelajah, Predasi, Penggunaan lonceng, Domestic cats, Home range, Predation, Bell use