Laporkan Masalah

Strategi pengembangan pariwisata dalam pelaksanaan otonomi daerah :: Studi kasus Sub Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo

SANTOSO, Budi, Prof.Dr. Agus Dwiyanto

2004 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah secara luas dan konsekuen sesuai dengan jiwa dan semangat Undang-undang No. 22 Tahun 1999, maka dibutuhkan kesiapan birokrasi pemerintah daerah baik dari segi struktural, proses maupun sumber daya manusianya. Pengerahan dan pemanfaatan potensi dan sumber daya yang dimiliki daerah menjadi mutlak diperlukan. Salah satu sektor strategis yang banyak terbukti mampu bertahan selama masa krisis ekonomi moneter yaitu sektor pariwisata. Untuk itu tema serta fokus penelitian ini pada pendalaman penerapan strategik manajemen pada sektor pariwisata di Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi, kendala dan strategi yang tepat bagi pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Purworejo, dengan menggunakan analisa manajemen strategis. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskripsi kualitatif dengan metode analisa manajemen stratejik dan teknik analisa matriks SWOT (Strength Weakness Opputunity Threats Analysis) untuk menemukan isu utama dan strategi yang tepat bagi pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Purworejo. Dari hasil analisa ditemukan bahwa terdapat 21 obyek wisata alam di Kabupaten Purworejo yang belum dikembangkan secara optimal dan belum memberikan kontribusi bagi pemasukan kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari hasil temuan diperoleh bahwa visi, misi dan program yang dicanangkan oleh Sub Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo masih bersifat sloganitas semata, belum menghasilkan kinerja (output) yang nyata dan berkesinambungan. Strategi pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Purworejo dapat dilakukan dengan mengsinergiskan semua pihak yang terlibat dalam industri pariwisata untuk mengisi rantai nilai (value chain) yang ada. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah untuk menggerakan perkembangan sektor pariwisata secara terpadu adalah melibatkan pihak para investor dari sector swasta dengan menyatupadukan kegiatan pariwisata yang ada. Mengundang para investor untuk menggarap peluang kekosongan rantai nilai (value chain) dari kegiatan pariwisata di Kabupaten Purworejo. Dengan letak Kabupaten Purworejo yang berdekatan dengan Yogyakarta maupun Magelang, maka upaya promosi yang intens perlu dilakukan untuk memperkenalkan dan menarik kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Melibatkan partisipasi penuh dari masyarakat dalam kegiatan dan program pengembangan pariwisata yang ada. Arah dan muatan pengembangan sektor pariwisata perlu memperhatikan nilai- nilai yang ada dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Dalam pengembangan selanjutnya tidak melupakan isu dan aspek lingkungan yang nantinya akan menjadi sorotan tajam secara nasional dan internasional. Perlu penelitian yang lebih mendalam dari segi tata ruang terhadap 21 obyek wisata alam dan aspek sosiologis masyarakat

To anticipate the implementation of autonomy as per the spirit of Law No. 22/1999, therefore it need the powerfull of local government in structural aspect, process and human resources development. Empowering the available local sources have to be done for reaching the goals. Tourism sector as per experiencing resilience in economic crisis fase to be rise as focus in this research and it will be more deeply to find the answer by using the tools of strategic management application. The aim of this research to find the potential aspect, constraint and the appropriate strategic to development tourism industry running in Kabupaten Purworejo by application of strategic management analysis. The methode of research is used the qualitative descriptive through the analysis by strategic management concept and the technic of SWOT Matrics (Strength Weakness Oppurtunity Threat Matriks Analysis) to find the correct issues and the best strategic in development tourism industry in Kabupaten Purworejo. The result of research find that there are twenty one (21) tourism objects never touch fully and the tourism performance has not yet given the contribution to the original income of Purworejo Regency. This thesis found that the vision, mission and the programme out of Sub Dinas Pariwisata still only weakness, not yet become the positive performance and sustainable. The strategic of development could be done by the integration of all value chain involved for this sector Recommendation should be submitted are moving the development of tourism integrated by inviting the investors from the private to run the all of activities. Inviting the investor to develop the value chain in tourism sector. Based on the geographical position amongs Yogyakarta town and Magelang town, it will be good, if the tourism sector develop by promotion the strong points of tourism own by Purworejo Regency. Considering the participation of the community in the activities of tourism. The development of tourism could be considering the value living in the community. The enviroment issues also could be noticed as per conseguently the globalization economic. The reseraching deeply may be done to know the all aspect in developing twenty one (21) object of the tourism and the research of sosiology aspect.

Kata Kunci : Otonomi Daerah,Pengembangan Pariwisata


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.