Laporkan Masalah

Distribusi Temporal Telur Spodoptera frugiperda dan Parasitoidnya pada Lahan Jagung di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

DEVI FITRIA NURHALIZA, Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc.Ph.D.

2024 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama utama pada tanaman jagung di seluruh dunia. Pengamatan mengenai distribusi temporal S. frugiperda dan parasitoidnya dilakukan di lahan jagung di daerah Klaten, Jawa Tengah. Dua lahan yang dipisahkan oleh jalan utama digunakan sebagai lokasi pengamatan. Kedua lahan jagung tersebut memiliki perbedaan waktu tanam selama satu minggu. Pengamatan dimulai ketika jagung berumur 7 hari setelah tanam dengan mengamati jumlah kelompok telur yang ditemukan pada 60 tanaman. Pengamatan dilakukan setiap hari hingga tanaman berumur 65 hari dengan mengumpulkan semua kelompok telur. Kelompok telur tersebut dibawa ke laboratorium untuk menentukan tingkat parasitasi. Tanaman jagung berumur 2-3 MST paling disukai oleh ngengat S. frugiperda untuk meletakkan telur, dan peletakan telur (oviposisi) dapat berlanjut hingga tanaman berumur 32 HST. Parasitasi pada kelompok telur bervariasi antara 43,18-58,33%, dengan tingkat parasitasi telur pada kelompok telur yang terparasit berkisar antara 59,89-63,74%. Parasitoid telur S. frugiperda yang teridentifikasi yaitu Telenomus sp. dan Trichogramma sp., dengan jumlah kelimpahan Telenomus sp. yang dominan (76,19- 99,19%). Temuan ini menunjukkan bahwa pentingnya perlindungan pada tahap awal pertumbuhan jagung dari serangan S. frugiperda. Studi ini memberikan wawasan berharga tentang dinamika temporal S. frugiperda dan parasitoidnya di ladang jagung, yang dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pengelolaan hama yang lebih efektif di wilayah tersebut. 

Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) is a major pest in maize worldwide. Observations regarding the temporal distribution of S. frugiperda and its parasitoids were conducted in maize fields in the Klaten area, Central Java. Two field separated by main road were used as the site of observation. These two maize fields were one week difference in the planting dates. Observations were started when the maize age 7 days after showing by observing the number of egg masses found in 60 plants. Observation were conducted daily until the plant aged 65 days by collecting all egg masses. These were brought to the laboratory to determine the level of parasitism. The maize aged 2-3 weeks were most preferable for S. frugiperda to lay eggs, and the oviposition could continue until the plant aged 32 days after showing. The parasitism of egg masses varied 43.18 to 58.33%. with the level of parasitation in these infected egg ranged 59.89-63.74%. The identified egg parasitoids of S. frugiperda were Telenomus sp. and Trichogramma sp., with Telenomus sp. being the dominant (76.19-99.19%). These findings showed the important of protection during the early stage of maize from S. frugiperda infestation. This study provides valuable insights into the temporal dynamics of S. frugiperda and its parasitoids in maize fields, which can contribute to the development of more effective pest management strategies in the region.

Kata Kunci : jagung, Spodoptera frugiperda, distribusi temporal, parasitoid telur; tahap usia

  1. S1-2024-455633-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455633-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455633-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455633-title.pdf