Laporkan Masalah

Tantangan dan Hambatan Pemberdayaan Petani: Studi Pengalaman Penyuluh Pertanian Lapangan di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo

Budi Setyawan Pamungkas, Suzanna Eddyono, S. Sos., M.Si., M.A., Ph.D.

2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Pendekatan pemberdayaan merupakan salah satu strategi yang dipilih dalam upaya pembangunan pada sektor pertanian yang memiliki permasalahan yang kompleks. Pendekatan pemberdayaan memposisikan petani sebagai subjek Pembangunan yang berperan aktif dalam sertiap prosesnya. Penyuluh pertanian memainkan peran penting dalam memfasilitasi dan meningkatkan kualitas hidup petani melalui berbagai strategi pemberdayaan. Pada realitanya pembangunan dengan pendekatan pemberdayaan belum dapat berjalan dengan baik dan dirasakan oleh petani di sebagian wilayah, seperti di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Implementasi strategi pemberdayaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi permasalahan pertanian yang begitu kompleks pada wilayah tersebut yang dapat menjadi penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan dan hambatan pemberdayaan petani berdasarkan pengalaman penyuluh pertanian sebagai salah satu aktor pemberdaya.
Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengalaman penyuluh pertanian menjadi sumber data kunci pada penelitian ini. Proses wawancara mendalam dilakukan dengan lima penyuluh pertanian. Metode observasi partisipatif dan dokumentasi juga digunakan untuk memahami konteks dinamika dan interaksi antara penyuluh dan petani pada proses penyuluhan. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tantangan dan hambatan yang dialami oleh penyuluh pertanian, yaitu mulai dari kurangnya kesadaran dan motivasi petani, kebiasaan petani yang sulit diubah, minimnya pengetahuan dan wawasan penyuluh, kurangnya sarana dan anggaran untuk penyuluhan, sampai disfungsi kelompok tani. Penelitian ini menggarisbawahi tantangan dan hambatan pemberdayaan petani berdasarkan pengalaman penyuluh pertanian. Implikasi dari temuan ini memberikan dasar evaluasi bagi pertanian dan proses pemberdayaan petani melalui penyuluhan pertanian di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo.

The empowerment approach is one of the strategies chosen in development efforts in the agricultural sector which has complex problems. The empowerment approach positions farmers as development subjects who play an active role in every process. Agricultural instructor workers play an important role in facilitating and improving the quality of life of farmers through various empowerment strategies. In reality, development using an empowerment approach has not been able to run well and is felt by farmers in some areas, such as in Grabag District, Purworejo Regency. The implementation of empowerment strategies is influenced by various factors, including the complex conditions of agricultural problems in the region which can become obstacles. This research aims to describe the challenges and obstacles to farmer empowerment based on the experience of agricultural instructor workers as one of the empowering actors.

This study uses a qualitative method with a case study approach. The experience of agricultural instructors is a key data source in this research. An in-depth interview process was carried out with five agricultural instructor workers. Participatory observation and documentation methods are also used to understand the dynamic context and interactions between instructor workers and farmers in the instructor process. 

The research results show that there are challenges and obstacles experienced by agricultural instructor workers, starting from a lack of awareness and motivation of farmers, farmers' habits that are difficult to change, lack of knowledge and insight of instructor workers, lack of facilities and budget for instructor, to dysfunction of farmer groups. This research highlights the challenges and obstacles to farmer empowerment based on the experience of agricultural instructors. The implications of these findings provide a basis for evaluation of agriculture and the process of empowering farmers through agricultural instructor in Grabag District, Purworejo Regency.

Kata Kunci : Pemberdayaan Petani, Penyuluh Pertanian, Tangangan dan Hambatan, Penyuluh Pertanian

  1. S1-2024-443173-abstract.pdf  
  2. S1-2024-443173-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-443173-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-443173-title.pdf