Laporkan Masalah

"DAPET UANG DULU, BONUS E LINGKUNGAN JADI BERSIH": PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI BANK SAMPAH DI YOGYAKARTA

ALIFTIA HAWA MUSTIKA MUHTARUDIN, Dr. Elan A. Lazuardi, S.Ant., M.A.

2024 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Sampah domestik yang berasal dari sisa aktivitas rumah tangga merupakan salah satu penyumbang terbesar produksi sampah setiap harinya. Tingginya produksi sampah domestik membuat pemerintah Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah domestik mereka secara mandiri, salah satunya melalui bank sampah.

Penelitian ini berusaha membahas partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah melalui bank sampah di wilayah kampung perkotaan. Pengumpulan data dilakukan dari Februari hingga April 2024 dengan metode kualitatif melalui observasi ke salah satu bank sampah di Kota Yogyakarta serta wawancara terhadap empat orang nasabah bank sampah dan dua orang pengurus bank sampah di Kelurahan Karangwaru.

Bank sampah berupaya mengubah paradigma masyarakat dalam pengelolaan sampah dari yang sebelumnya "kumpul-angkut-buang" menjadi "kumpul-pilah-olah" atau dapat disebut sebagai 3R. Tujuannya agar jumlah sampah yang terbuang ke TPA dapat berkurang. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan pengelolaan sampah di bank sampah belum sepenuhnya mempraktikkan pedoman 3R. Lebih besarnya motif ekonomi yang mendasari partisipasi masyarakat di bank sampah, membuat pedoman 3R terlupakan. Selain itu, setiap individu menunjukkan bentuk partisipasi yang berbeda di bank sampah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh modal dan kepentingan, serta makna yang diberikan individu terhadap tindakannya yang disebut partisipasi.

Domestic waste from household activities is one of the biggest contributors to daily waste production. The high production of domestic waste has led the Yogyakarta City government to urge people to manage their domestic waste independently, one of which is through waste banks.

This study aims to explore community participation in waste management activities through a waste bank in an urban village area. Data collection was conducted from February to April 2024 using a qualitative method through observation at one of the waste banks in Yogyakarta City and interviews with four waste bank costumers and two waste bank administrators in Karangwaru Village.

Waste banks aim to change the community's waste management paradigm from the previous "collect-transport-dispose" model to "collect-sort-process" also known as the 3R principle (Reduce,Reuse,Recycle). The goal is to reduce the amount of waste that goes to landfill. Based on the research result, waste management activities in waste banks have not fully practiced the 3R guidelines. The economic motive underlying the community's participation in the waste bank is greater, making the 3R guidelines forgotten. In addiction, each individual show a different form of participation in the waste bank. This difference is influenced by capital and interests, as well as the meaning that individuals give to their actions called participation.

Kata Kunci : Pengelolaan sampah, bank sampah, partisipasi masyarakat

  1. S1-2024-455905-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455905-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455905-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455905-title.pdf