Strategi peningkatan pendapatan asli daerah di Kabupaten Semarang :: Studi kasus tentang strategi peningkatan pendapatan asli daerah di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Semarang
SOEWARTO, Dr. Warsito Utomo
2004 | Tesis | Magister Administrasi PublikEra globalisasi telah membawa konsekuensi terjadinya perubahan-perubahan diberbagai bidang kehidupan umat manusia di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perubahan-perubahan yang terjadi bersifat tidak menentu, sulit diramal serta saling berkaitan antara faktor yang satu dengan yang lainnya. Keadaan tersebut menimbulkan tantangan hidup yang semakin keras, tidak hanya bagi individu akan tetapi juga bagi lembaga maupun organisasi kemasyarakatan yang ingin tetap survive. Untuk menjaga kelangsungan hidup, apalagi untuk mewujudkan misinya, dibutuhkan suatu pola pikir dan pola tidak yang semakin strategis. Dinas Pendapatan Daerah sebagi institusi yang paling bertanggungjawab dalam hal penarikan pajak dan retribusi dari masyarakat, dituntut mampu mereformasi diri sendiri untuk mengantisipasi dinamika dan perubahan sosial dan kemasyarakatan yang ada. Apalagi di era otonomi daerah seperti sekarang ini, Dinas Pendapatan Daerah memiliki peran yang sangat sentral bagi keberhasilan pembangunan di daerah.. Melalui upaya-upaya penggalian sumberdaya potensial tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah. Kajian dari penulisan tesis ini adalah menguraikan tentang strategi Dinas Pendapatan Daerah dalam mengeksploitasi segala sumberdaya yang ada untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Semarang. Berdasarkan hasil penelitian terhadap para pejabat dilingkungan Dinas Pendapatan Daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang dan para Stakeholder sebagai sampel secara purposive, maka penulis menggunakan konsep manajemen strategis untuk menganalisis lingkungan strategis, identifikasi isu strategis dan akhirnya merumuskan strategistrateginya. Dengan menggunakan model analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats), dapat dikemukakan bahwa terdapat beberapa permasalahan yang sekaligus menjadi isu-isu strategis dan perlu mendapatkan perhatian serta penanganan secara tepat dan cepat untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Semarang. Adapun Isu-isu yang dimaksud ialah : 1. Bagaimana meningkatkan sikap Profesionalisme pegawai untuk memanfaatkan pengaruh DPRD serta melakukan koordinasi dengan lembagalembaga lain guna mengoptimalkan pendapatan asli daerah. 2. Bagaimana merubah Budaya Organisasi agar dapat memanfaatkan sarana komputer, telekomunikasi dan informasi serta dinas sejenis dari kabupaten lain. 3. Bagaimana memanfaatkan Responsivitas untuk mengantisipasi kondisi politik, pengaruh DPRD, deregulasi pajak, kesenjangan sosial, individualistik serta telekomunikasi dan informasi. Bertolak dari isu-isu strategis tersebut di atas, maka penulis mengajukan rumusan perencanaan strategis dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Semarang sebagai berikut: 1. Strategi meningkatkan sikap Profesional pegawai untuk memanfaatkan pengaruh DPRD, serta mengoptimalkan pendapatan asli daerah. 2. Strategi merubah Budaya Organisasi agar dapat memanfaatkan sarana Komputer, Telekomunikasi dan Informasi serta dinas sejenis dari kabupaten lain. 3. Strategi memanfaatkan Responsivitas untuk menantisipasi kondisi politik, pengaruh DPRD, deregulasi pajak, kesenjangan sosial, individualistik serta telekomunikasi dan informasi.
Globalization era has brought a consequence of changes in various life aspects throughout the world, including Indonesia. The changes are uncertain, unpredictable and interconnectedness among one factor and the others. The condition causes a stronger challenge of the life not only for individual but also for institutions as well as social organization that strives to survive. To keep the survival, even to realize its mission needs a strategic conception and action. The Local Income Service as an institution that must be more responsible in collecting tax and retribution from its society, is forced to be able to reform its own self to anticipate the social changes and dynamics. Moreover, in autonomous era, The Local Income Service plays a very important role for a success of regional development through exploiting the available potential resources. Therefore, it can increase the original income. The purpose of this research is to detail a strategy of the Local Income Service in exploiting all available resources in order to increase the original income of Semarang Regency. Based on the result of this research, there were officials of the Service, Government of Semarang Regency and Stakeholder purposively become sample, thus the writer uses a strategic management concept to analyze the strategic environment, to identify strategic issues, and finally, to formulate each strategy. Using an analytic model of SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat), could be determined that there are some problems that automaticaly become strategic issues and needs a specific attention, and a pompt handling in order to increase the local original income of Semarang Regency. Such issues are as follow : 1. How to increase the employee’s professional attitude in order to take the advantage of Local Legislative Assembly influence and to coordinate with the other institution for optimizing the original income. 2. How to change culture of organization that could take advantage of computers, telecommunication and information as well as similar service from the other regencies. 3. How to take the advantage of responsiveness to anticipate the political condition, Local Legislative Assembly influence, tax deregulation, societal gap, individualist, and telecommunication and information. Based on the strategic issues above, the writer proposes some formulations of following strategic plan from Local Income Service : 1. Strategy increases the employee’s professional attitude to take the advantage of Local Legislative Assembly influence, and optimize the local income. 2. Strategy changes culture of organization in order to be able to take the advantage the facility of computers, telecommunication and information, and similar service from the other regencies. 3. Strategy take the advantage of responsiveness to anticipate political condition, Local Legialative assembly influence, tax deregulation, societal gap, individualist, and telecommunication and information.
Kata Kunci : PAD,Strategi Peningkatan