Laporkan Masalah

ANALISIS PENDAPATAN PENYADAP GETAH PINUS PENGGUNA STIMULANSIA ORGANIK DAN ANORGANIK DI TEMPAT PENAMPUNGAN GETAH GEGER JERUK, KPH KEDU SELATAN, PURWOREJO

DEVINA AULIA MARSELLI, Dr. Silvi Nur Oktalina, S. Hut., M.Si.

2024 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Getah pinus merupakan hasil hutan bukan kayu yang diperoleh dengan menyadap batang pohon pinus. Penggunaan stimulansia merupakan upaya yang dilakukan penyadap secara teknis di lapangan dalam memenuhi permintaan produksi getah pinus yang meningkat. Jenis stimulansia yang digunakan di wilayah Perum Perhutani KPH Kedu Selatan adalah stimulansia organik dan anorganik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produktivitas getah pinus dengan menggunakan stimulansia organik dan anorganik, serta mengetahui pendapatan penyadap pengguna stimulansia organik dan anorganik. Jumlah penyadap yang menyetorkan getah pinus di Tempat Penampungan Getah Geger Jeruk sebanyak 120 penyadap. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan secara sensus. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tabulasi dan rekapitulasi data yang bersumber dari kartu penyadap. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produktivitas getah pinus selama 3 bulan (Maret-Mei 2024) dengan menggunakan stimulansia organik didapatkan hasil masing-masing sebesar 22,81 gr/pohon/hari, 21,67 gr/pohon/hari, dan 21,33 gr/pohon/hari, sedangkan rata-rata produktivitas getah pinus selama 3 bulan (Maret-Mei 2024) dengan menggunakan stimulansia anorganik didapatkan hasil masing-masing sebesar 21,55 gr/pohon/hari, 20,38 gr/pohon/hari, dan 20,59 gr/pohon/hari. Rata-rata pendapatan penyadap pengguna stimulansia organik selama 3 bulan (Maret-Mei 2024) didapatkan hasil masing-masing sebesar Rp 1.683.529/bulan, Rp 1.525.045/bulan, dan Rp 1.550.136/bulan, sedangkan rata-rata pendapatan penyadap pengguna stimulansia anorganik selama 3 bulan (Maret-Mei 2024) didapatkan hasil masing-masing sebesar Rp 1.371.214/bulan, Rp 1.237.071/bulan, dan Rp 1.313.143/bulan.

Pine resin is a non-timber forest product obtained by tapping pine tree. Using stimulants is an effort by tappers in the field to increasing the productivity pine resin. The stimulants used by Perum Perhutani KPH Kedu Selatan are organic and anorganic stimulants. The purpose of this study is to determine the productivity of pine resin using organic and anorganic stimulants, as well as to determine the income of tapper using organic and anorganic stimulants. The number of tappers who deposited pine resin in Geger Jeruk Pine Resin Shelter is 120 tappers. Data collection in this study was carried out by census. The type of data used in this study is quantitative data. The data collection using tapper card by tabulation and recapitulation the productivities of pine resin. The results showed that the average productivity of pine resin for 3 months (March-May 2024) using organic stimulants was 22.81 gr/tree/day, 21.67 gr/tree/day, and 21.33 gr/tree/day, while the average productivity of pine resin for 3 months (March-May 2024) using anorganic stimulants was 21.55 gr/tree/day, 20.38 gr/tree/day, and 20.59 gr/tree/day. The average income of tapper using of organic stimulants for 3 months (March-May 2024) was obtained of IDR 1,683,529/month, IDR 1,525,045/month, and IDR 1,550,136/month, while the average income of tapper using anorganic stimulants for 3 months (March-May 2024) was obtained of IDR 1,371,214/month, IDR 1,237,071/month, and IDR 1,313,143/month.

Kata Kunci : Getah Pinus, Stimulansia, Produktivitas, Pendapatan, Pine Resin, Stimulants, Productivity, Income

  1. D4-2024-464042-abstract.pdf  
  2. D4-2024-464042-bibliography.pdf  
  3. D4-2024-464042-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2024-464042-title.pdf