Perbandingan Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Oral Pada Lansia Berdasarkan Kepadatan Penduduk Daerah Tempat Tinggal (Kajian di Kecamatan Depok dan Minggir, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta
SAFIRA DANIEL, drg. Elastria Widita, M.Sc., Ph.D. ; Prayudha Benni Setiawan, S.Kp.G., M.P.H.
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Penelitian dengan
desain potong lintang telah dilakukan pada 202 penduduk lansia di Caturtunggal,
Kecamatan Depok dan Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, D.I
Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, pengisian kuesioner
dan pemeriksaan. Kualitas hidup terkait kesehatan oral dikaji dengan kuesioner
GOHAI yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. Analisis data
dilakukan dengan melakukan uji Chi-Square dan uji regresi logistik
multinomial dengan tingkat kepercayaan 95%.
Kualitas hidup terkait kesehatan oral lansia berbeda secara signifikan pada daerah dengan kategori kepadatan penduduk yang berbeda (p=0,006). Perbedaan kepadatan penduduk juga berpengaruh secara signifikan terhadap perbedaan kualitas hidup terkait kesehatan oral kategori sedang dibandingkan dengan kategori buruk setelah disesuaikan dengan variabel kovariat lainnya. (p= 0,009; OR=0,409;95%CI). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepadatan penduduk secara signifikan berpengaruh terhadap kualitas hidup terkait kesehatan oral. Lansia yang tinggal di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami kualitas hidup terkait kesehatan oral, kategori sedang menjadi buruk. Dibandingkan dengan lansia yang tinggal di kepadatan penduduk rendah.
Oral
health related quality of life is influenced by sociodemographic status,
general health, and oral health. Uncontrolled population density causes many
problems such as poverty, unemployment, environmental pollution, and others,
which affect the quality of life of the community. The elderly in Indonesia are
located in areas with varying population densities. These differences result in
their distinct characteristics. This study aims to compare oral health related
quality of life of the elderly based on the category of population density in
their residential areas.
A cross-sectional study was conducted on 202 elderly residents in Caturtunggal, Depok District, and Sendangagung, Minggir District, Sleman Regency, D.I Yogyakarta. Data collection was carried out through interviews, questionnaires, and examinations. Oral health related quality of life was assessed using the GOHAI questionnaire, which had been translated into Indonesian. Data analysis was performed using the Chi-Square test and multinomial logistic regression test with a 95% confidence interval.
Oral health related quality of life of the elderly was found to differ significantly in areas with different population density categories (p=0.006). Differences in population density also significantly influenced the differences in oral health-related quality of life in the moderate category compared to the poor category, after being adjusted for other covariate variables (p=0.009; OR=0.409; 95% CI). The conclusion of this study is that population density significantly affects oral health related quality of life. The elderly living in areas with high population density are at greater risk of experiencing a decline in oral health-related quality of life from the moderate to poor category, compared to those living in areas with low population density.
Kata Kunci : Kualitas Hidup terkait Kesehatan Oral, Kepadatan Penduduk, Lanjut usia