Laporkan Masalah

Strategi Pemberdayaan Berbasis Aset sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan serta Pencapaian Masyarakat yang Berdaya: Studi Dusun Soropadan, Kabupaten Bantul

AZZAHRA AMRO'UL KHARISMA, Drs. Mulyadi, MPP. Ph.D

2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Strategi pemberdayaan salah satunya yaitu pemberdayaan masyarakat berbasis aset dengan mengoptimalkan aset lokal di wilayah tersebut agar masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dan mencapai keberdayaan. Dusun Soropadan, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul telah menerapkan strategi pemberdayaan berbasis aset untuk mengurangi angka kemiskinan dengan membentuk kelompok pemberdayaan penganyam anyaman pandan laut. Masyarakat pengrajin anyaman pandan laut bersama Para Akar Indonesia telah mampu menjual produknya dari dalam negeri hingga mengekspor produk ke berbagai negara di Eropa dan Amerika. Adanya kelompok pemberdayaan tersebut menjadikan masyarakat dapat melestarikan budaya lokal yang telah turun temurun tercipta. 

Penelitian ini menggunakan konsep strategi pemberdayaan masyarakat, peningkatan pendapatan, dan keberdayaan untuk menganalisis implementasi serta implikasi proses pemberdayaan. Penelitian ini dilakukan di Dusun Soropadan, Kalurahan Gumulan, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Data primer diambil dari wawancara kepada 9 informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang dipakai dengan mereduksi data yang telah terkumpul, menyajikan, menganalisis, dan memverifikasi data. Triangulasi digunakan dalam penelitian ini untuk menguji keabsahan data. 

Penelitian ini memaparkan hasil temuan implementasi strategi pemberdayaan berbasis aset guna meningkatkan pendapatan dan pencapaian masyarakat yang berdaya. Dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa implikasi strategi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat telah mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. kemudian, Implikasi peningkatan pendapatan yang telah dirasakan oleh masyarakat belum mampu menjadi jalan untuk kelompok tersebut mencapai keberdayaan. Faktor belum tercapainya keberdayaan disebabkan oleh masyarakat yang belum mampu menghadapi kendala dan tidak meratanya kapasitas yang dimiliki oleh masyarakat. 


 


Community empowerment has become the government's strategy to reduce poverty rates in Indonesia. One of the empowerment strategies is asset-based community empowerment, which optimizes local assets in the area so that the community can increase their income and achieve self-sufficiency. Soropadan Village, Pandak District, Bantul Regency has implemented an asset-based empowerment strategy to reduce poverty by forming empowerment groups for sea pandan weavers. The community of sea pandan with Para Akar Indonesia, has been able to sell their products domestically and even export them to various countries in Europe and America. The existence of the empowerment group allows the community to preserve the local culture that has been passed down through generations. 

This research uses the concepts of community empowerment strategies, income enhancement, and empowerment to analyze the implementation and implications of the empowerment process. This research was conducted in Soropadan Hamlet, Gumulan Village, Pandak District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. The primary data was obtained from interviews with 9 informants. The data collection techniques in this research involve interviews, observations, and documentation. The analysis technique used is to reduce the collected data, present, analyze, and verify the data. Triangulation is used in this research to test the validity of the data.

This research presents the implementation of asset-based empowerment strategies to income Enhancement and achievement of empowered communities. The study concludes that the strategy's impact on increasing community income has succeeded in meeting daily living needs. However, the income increase experienced by the community has not yet led to the group achieving full empowerment. The lack of empowerment is due to the community's inability to overcome challenges and the unequal distribution of capacities within the community.


Kata Kunci : Aset, Keberdayaan, Pemberdayaan, Peningkatan Pendapatan

  1. S1-2024-462872-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462872-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462872-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462872-title.pdf