Laporkan Masalah

Hubungan Antara Fungsi Kognitif dengan Kualitas Hidup terkait Kesehatan Oral pada Lanjut Usia (Kajian pada Masyarakat Lanjut Usia di Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta)

FURQON NISA AMALIA, drg. Elastria Widita, M.Sc., Ph.D.; Budi Rodestawati, S.Kp.G., M.P.H.

2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut, seperti kemampuan memori dan eksekutif, dapat menyebabkan defisit perawatan oral. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas hidup terkait kesehatan oral pada populasi lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup terkait kesehatan oral pada penduduk lanjut usia.

Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang melibatkan 82 penduduk lansia yang berusia ?60 tahun di Kelurahan Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta. Pengambilan data meliputi data demografi, status kognitif, kualitas hidup terkait kesehatan oral, riwayat merokok, riwayat stroke, aktivitas fisik, jumlah gigi, perilaku kesehatan oral, efikasi diri terkait kesehatan oral, dan status depresi. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara dan pemeriksaan rongga mulut. Hubungan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup terkait kesehatan oral dikaji menggunakan uji korelasi Spearman rho dan uji regresi linier berganda, dengan tingkat kepercayaan 95?n p<0>

Hasil uji korelasi Spearman rho menunjukkan tidak ada hubungan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup terkait kesehatan oral (p=0,372). Fungsi kognitif bersama dengan variabel jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat merokok, frekuensi menyikat gigi, efikasi diri terkait kesehatan oral, dan status depresi memiliki pengaruh yang simultan terhadap kualitas hidup terkait kesehatan oral pada uji regresi linier berganda (p=0,011; R2=0,212). Namun demikian, secara parsial, fungsi kognitif tidak berpengaruh terhadap kualitas hidup terkait kesehatan oral (p=0,619). Kesimpulan pada penelitian ini adalah fungsi kognitif tidak berhubungan secara independen dengan kualitas hidup terkait kesehatan oral pada lanjut usia.

Declines in cognitive function in older age, such as memory and executive abilities, can lead to deficits in oral care. This condition has the potential to reduce oral health-related quality of life (OHRQoL). This study aims to examine the correlation between cognitive function and OHRQoL among the elderly.

This cross-sectional study involved 82 elderly residents aged ?60 years in Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta. The data collected included demographic information, cognitive status, oral health-related quality of life, smoking history, stroke history, physical activity, number of teeth, oral health behaviors, oral health-related self-efficacy, and depression status. Data collection techniques included interviews and oral cavity examination. The correlation between cognitive function and OHRQoL was examined using the Spearman rho test and multiple linear regression, with a 95% confidence level and p<0>

The result of the Spearman rho test revealed no significant correlation between cognitive function and OHRQoL (p=0.372). Cognitive function, along with variables such as gender, education level, smoking history, frequency of tooth brushing, oral health-related self-efficacy, and depression status, simultaneously influenced OHRQoL in the multiple linier regression test (p=0.011; R2=0.212). However, cognitive function does not have a partial effect on OHRQoL (p=0.619). The conclusion of this study is that cognitive function is not independently correlated with OHRQoL in the elderly.

Kata Kunci : lanjut usia, fungsi kognitif, kualitas hidup terkait kesehatan oral

  1. S1-2024-458936-abstract.pdf  
  2. S1-2024-458936-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-458936-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-458936-title.pdf