Hubungan antara Frailty dengan Kemampuan Mastikasi pada Lansia di Panti Werdha Budi Luhur Kabupaten Bantul
SUCI INDAH PANGESTI, Dr. drg. Dewi Agustina, M.D.Sc. MDSc.; Dr. drg. Bernadetta Esti C., M.Kes., M.D.Sc.
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Lansia merupakan seorang yang berusia sama dengan atau
lebih dari 60 tahun ke atas dan telah mengalami proses penuaan yang berdampak
pada perubahan fisiologis dan patologis.
Perubahan ini meningkatkan kerentanan terhadap patologis berisiko mengalami frailty
yakni penurunan fungsional yang drastis. Frailty selanjutnya dapat
diikuti dengan kondisi oral frailty. Salah satu tanda lansia mengalami oral
frailty adalah hilangnya gigi. Kehilangan gigi dapat mempengaruhi kemampuan
mastikasi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara frailty
dengan kemampuan mastikasi
Metode penelitian ini menggunakan analitik
observasional dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan di Panti
Werdha Budi Luhur, Kasongan, Bantul dengan melibatkan 64 responden. Kondisi frailty
ditetapkan secara subjektif menggunakan kuesioner modifikasi Kihon Checklist.
Kemampuan mastikasi ditetapkan menggunakan kuesioner kemampuan mastikasi oleh
Isya Hanin. Data diolah menggunakan uji chi-square untuk menentukan
hubungan antara kondisi frailty dengan kemampuan mastikasi.
Hasil penelitian menunjukkan 32 responden atau 50?ri total responden mengalami kondisi frailty. Dari lansia yang mengalami frailty, 25 diantaranya mengalami gangguan pada kemampuan mastikasi. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,088 (p value > 0,05) dan nilai chi-square hitung < chi-square tabel (4,851 < 5>frailty tidak berhubungan dengan gangguan mastikasi pada lansia di Panti Werdha Budi Luhur, Kasongan, Bantul.
Elderly is a person who is equal to or more than 60
years old and has experienced the aging process which has an impact on
physiological and pathological changes. These changes increase susceptibility
to pathological risk of frailty, which is a drastic functional decline. Frailty
can then be followed by the condition of oral frailty. One of the signs of the
elderly experiencing oral frailty is tooth loss. Tooth loss can affect a
person's mastication ability. This study aims to assess the relationship
between frailty and mastication ability. This research method uses observational analytic with
a cross-sectional approach. The research was conducted at Panti Werdha Budi
Luhur, Kasongan, Bantul involving 64 respondents. Frailty condition was
determined subjectively using a modified Kihon Checklist questionnaire.
Mastication ability was determined using the mastication ability questionnaire
by Isya Hanin. Data were processed using chi-square test to determine the
relationship between frailty condition and mastication ability. The results showed 32 respondents or 50% of the total
respondents experienced frailty conditions. Of the elderly who experience
frailty, 25 of them experience impaired mastication ability. The results of statistical
analysis showed a significance value of 0.088 (p value> 0.05) and the
calculated chi-square value < chi>
Kata Kunci : lansia, frailty, kemampuan mastikasi, Panti Werdha Budi Luhur