Hubungan Antara Kekuatan Genggaman Tangan dengan Kehilangan Gigi pada Lanjut Usia (Kajian di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta)
ALDA RATNA MEILINDA, drg. Elastria Widita, M.Sc., Ph.D; Christia Aye Waindy Vega, S.Kp.G., MDSc
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Lansia merupakan penduduk yang telah berusia 60 tahun ke atas dan mengalami proses penuaan ditandai dengan perubahan pada tubuh baik secara anatomis, fisiologis, dan biokimia. Lansia akan mengalami penurunan sistem muskuloskeletal yang dapat dievaluasi menggunakan kekuatan genggaman tangan. Penurunan fungsi muskuloskeletal memengaruhi kekuatan genggaman tangan lansia dalam membersihkan gigi dan rongga mulutnya. Kekuatan pada genggaman tangan berpengaruh terhadap kebersihan mulut yang akan berdampak pada kehilangan gigi. Kebersihan mulut yang buruk karena menyikat gigi yang kurang baik mengakibatkan terjadinya karies gigi. Karies gigi yang tidak dirawat dapat menimbulkan infeksi pada pulpa, sehingga gigi tidak dapat dipertahankan yang akan mengakibatkan kehilangan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kekuatan genggaman tangan dengan kehilangan gigi pada lanjut usia di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian potong lintang (cross-sectional) dengan rancangan penelitian korelasional dengan melibatkan 78 lanjut usia di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan, pengisian kuesioner, dan wawancara. Kekuatan genggaman tangan dikaji menggunakan hand dynamometer, sementara kehilangan gigi berdasarkan jumlah gigi yang hilang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal Wallis-H dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan antara kekuatan genggaman tangan dengan kehilangan gigi (p=0,958). Semakin menurunnya kekuatan genggaman tangan yang dimiliki oleh lanjut usia tidak menandakan semakin tinggi jumlah kehilangan gigi.
The elderly are residents who are 60 years and over and experience an aging process characterized by changes in the body both anatomically, physiologically, and biochemically. The elderly will experience a decrease in the musculoskeletal system which can be evaluated using hand grip strength. Decreased musculoskeletal function affects the strength of the elderly's hand grip in cleaning their teeth and oral cavity. Strength in hand grip affects oral hygiene which will have an impact on tooth loss. Poor oral hygiene due to poor brushing results in dental caries. Untreated dental caries can cause infection in the pulp, so that the tooth cannot be maintained which will result in tooth loss. The purpose of this study was to determine the relationship between hand grip strength and tooth loss in the elderly study in Caturtunggal Village, Depok District, Sleman Regency, Yogyakarta.
The type of research used in this study is a cross-sectional study with a correlational research design involving 78 elderly people in Caturtunggal Village, Depok District, Sleman Regency, Yogyakarta. The sampling technique in this study was using simple random sampling technique. Data collection was carried out through examination, questionnaire filling, and interviews. Hand grip strength was assessed using a hand dynamometer, while tooth loss was based on the number of missing teeth. Data analysis was performed using Kruskal Wallis-H test with a 95% confidence level.
The results of bivariate analysis showed no relationship between hand grip strength and tooth loss (p=0.958). The decrease in hand grip strength possessed by the elderly does not indicate a higher amount of tooth loss.
Kata Kunci : Kekuatan genggaman tangan, Kehilangan gigi, Lanjut usia