Hubungan Antara Kontak Oklusi Gigi dengan Indeks Massa Tubuh pada Penduduk Lanjut Usia (Kajian di Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta)
ADINDA YULIA SAFA ARINDA, drg. Elastria Widita, M.Sc., Ph.D. ; Budi Rodestawati, S.Kp.G., MPH
2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Terjadinya penurunan kesehatan pada lanjut usia, salah satunya kehilangan gigi secara keseluruhan berisiko terhadap berkurangnya status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontak oklusi dengan indeks massa tubuh pada penduduk lanjut usia di Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang melibatkan 87 responden lansia dengan usia ?60 tahun di Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Data diperoleh dari pengisian kuesioner, hasil wawancara, dan pemeriksaan secara langsung. Kontak oklusi dikaji dengan indeks Eichner, sementara indeks massa tubuh dikaji melalui pengukuran berat dan tinggi badan secara langsung. Hubungan antara kontak oklusi gigi dengan indeks massa tubuh dianalisis menggunakan uji Kendall’s tau-b dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis Kendall’s tau-b menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kontak oklusi gigi dengan indeks massa tubuh (?=0,575; r=0,056). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kontak oklusi gigi tidak berhubungan dengan indeks massa tubuh. Semakin sedikit kontak oklusi gigi tidak berkaitan dengan penurunan indeks massa tubuh.
The occurrence of health decline in the elderly, such as complete tooth loss,
poses a risk of reduced nutritional status. This study aims to determine the
relationship between occlusal contact and body mass index (BMI) among the
elderly population in Caturtunggal Village, Depok District, Sleman Regency,
Yogyakarta.
The design of this study was cross sectional, involving 87 elderly
respondents aged ?60 years in Caturtunggal Village, Depok District, Sleman
Regency, Yogyakarta. Data were obtained from questionnaire completion,
interviews, and clinical examinations. Occlusal contact was assessed using the
Eichner index, while BMI was assessed through direct measurement of weight and
height. The relationship between tooth occlusal contact and BMI was analyzed
using Kendall's tau-b test with a 95% confidence level.
The results of Kendall's tau-b analysis indicated no significant relationship
between tooth occlusal contact and BMI (p=0.575; r=0.056). The conclusion of this
study is that tooth occlusal contact is not related to BMI. A decrease in occlusal
contact is not related to lowering BMI.
Kata Kunci : Lanjut usia, kontak oklusi gigi, indeks massa tubuh