Optimalisasi alokasi sumberdaya rumahtangga petani dan pengembangan usahatani lahan pasang surut di Kalimantan Selatan
RAHMAWATI, Emy, Promotor Prof.Dr. Dibyo Prabowo, MSc
2004 | Disertasi | S3 Ilmu PertanianPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengkaji perbedaan aktivitas ekonomi rumahtangga petani di lahan pasang surut berdasarkan tipologi lahan yang berbeda, (2) mengetahui sumberdaya yang merupakan kendala utama bagi petani dalam melakukan aktivitas usahatani di lahan pasang surut, (3) menganalisis efisiensi usahatani dan alokasi optimal sumberdaya rumahtangga petani di lahan pasang surut, (4) menentukan alternatif aktivitas-aktivitas rumahtangga petani di lahan pasang surut yang dapat memaksimumkan pendapatan petani, serta (5) mengetahui respon dari alokasi optimal sumberdaya rumahtangga petani di lahan pasang surut melalui perubahan harga input dan output serta perubahan pada ketersediaan sumberdaya. Penelitian ini dilakukan pada daerah lahan pasang surut di Kalimantan Selatan dengan berdasarkan tiga tipologi lahan yang berbeda, yaitu (1) Desa Karang Bunga yang mewakili tipe lahan sulfat masam, (2) Desa Pinang Habang yang mewakili tipe lahan bergambut, serta (3) Desa Sei Kambat yang mewakili tipe lahan potensial. Ketiga desa ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Barito Kuala yang memang merupakan Kabupaten dengan wilayah pasang surut terluas di Kalimntan Selatan. Dari Desa Karang Bunga dan Pinang Habang diambil sampel petani yang terdiri dari petani transmigran maupun petani lokal, sedang dari Desa Sei Kambat, seluruhnya merupakan petani lokal. Pengambilan petani sampel dilakukan secara Proportional Random Sampling pada masingmasing desa dengan terlebih dahulu menetapkan jumlah sampel petani sebanyak 160 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei, selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan model programasi linier serta analisis sensitivitas sebagai analisis dengan pendekatan normatif, dengan menggunakan bantuan progrram BLPX88. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada masing-masing petani di desa lahan pasang surut memiliki perbedaan dalam melakukan aktivitas ekonomi atau dalam mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki, sehingga menyebabkan tingkat pendapatan rumahtangga petani pada masing-masing desa juga berbeda, namun hasil solusi optimal selalu mengusulkan agar usahatani padi tetap dijalankan. Petani di lahan potensial dengan tanaman jeruk sebagai komoditas utama mempunyai tingkat pendapatan rumahtangga yang paling tinggi dibanding dua desa lahan pasang surut lainnya. Dengan mencoba menerapkan aktivitas-aktivitas yang dilakukan petani di lahan potensial kepada petani-petani yang berada di lahan sulfat masam dan bergambut sebagai suatu perencanaan dalam pengembangan lahan pasang surut dengan analisis sensitivitas, maka diperoleh peningkatan pendapatan rumahtangga yang sangat besar baik bagi petani di lahan sulfat masam maupun di lahan bergambut, hal ini menunjukkan prospek yang bagus bagi pengembangan lahan pasang surut
The objectives of this research encompass; (1) investigate the difference in economic activities carried out by farmer-households on various tidal swamplands that are constrained by resources, (2) identify the main resource constraint for farmer- households on tidal swampland, (3) analyze the level of efficiency and optimality in resource allocation by farmer -households on various tidal swampland, (4) determine the alternative economic activities that can the income of farmer-households on tidal swampland, and (5) determine the magnitude that changes in input and output prices have on the optimal allocation of resources for farmer-households on tidal swampland This research was conducted on tidal swampland in South Kalimantan on diverse land typology, which were (1) on acid sulphate land in Karang Bunga Village, (2) on peaty land in Pinang Habang village, and (3) on potential land in Sei Kambat village. The three villages are located in Barito Kuala regency, which has the most expansive tidal swamp landscape in South Kalimantan. The sample was drawn from trans-migrants and local farmers in Karang Bunga and Pinang Habang villages, while it comprised exclusively local farmers in Sei Kambat village. The farmers in the sample were chosen by proportional random sampling in each village out of 160 respondents who were determined before hand. The survey method was used in collecting data, which was then analyzed by both qualitative and quantitative methods employing linear programming model and sensitivity analysis basing on the normative approach. The analysis was carried out using BLPX88 program. The results of the analysis shows difference in economic activities carried out by farmer households in the three tidal swampland villages and in the way, they allocate resources at their disposal, which caused difference in incomes of farmer households. However, the optimum solution always recommends the continuation of rice farming. Farmers on potential land with oranges as the main commodity were found to enjoy the highest income compared to that obtaining in the other two tidal swampland villages. Experimenting with the replication of economic activities carried out by farmers on potential land on land with high concentrations of acid sulphate and peatyland as a plan to develop tidal swampland, showed a substantial increase in farmers’ incomes on both land typologies, which is an indication that the development of tidal swampland has high prospects
Kata Kunci : Usahatani Lahan Pasang Surut,Optimalisasi Rumah Tangga Petani