PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PUPA TERHADAP KEMUNCULAN IMAGO Ostrinia furnacalis
ANNISA SOLIKHAH, Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M, Sc., Ph. D.
2024 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Ostrinia
furnacalis Guenee
(Lepidoptera: Crambidae) merupakan salah satu hama penting pada tanaman jagung
yang merugikan sehingga perlu dikendalikan. Berbagai penelitian dilakukan untuk
mengembangkan teknik pengendalian hama tersebut. Pembiakan massal O.
furnacalis penting untuk memperoleh serangga uji dalam jumlah yang banyak. Sinkronisasi
stadia sebagai salah satu cara untuk dapat memperoleh serangga dengan fase dan
umur yang relatif seragam dalam jumlah banyak pada waktu bersamaan. Penyimpanan pupa pada suhu rendah (±11?) dapat dilakukan
untuk mempermudah proses sinkronisasi stadia. Penelitian ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan pupa pada kemunculan imago O.
furnacalis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
dua faktor, yaitu umur pupa dan lama penyimpanan. Umur pupa yang digunakan,
yaitu 1, 3, dan 5 hari, sedangkan lama penyimpanan yang digunakan adalah 0, 3,
7, 12, 18, dan 25 hari. Total perlakuan yang dilakukan adalah 18 perlakuan
dengan masing-masing perlakuan menggunakan 4 ulangan. Masing-masing ulangan menggunakan
10 pupa (5 jantan, 5 betina). Parameter yang diamati antara lain adalah berat
pupa, persentase kemunculan imago, dan lama kemunculan imago setelah perlakuan.
Penyimpanan pupa pada suhu rendah (±11?) menyebabkan terjadinya penurunan berat
pupa, penurunan persentase kemunculan imago, serta memperlambat kemunculan
imago. Pupa dengan umur yang lebih tua memiliki lama penyimpanan yang lebih
singkat untuk memperoleh kemunculan imago yang baik. Pupa umur 1 dan 3 hari
memiliki persentase kemunculan imago normal tidak kurang dari 65?ngan lama
penyimpanan maksimum selama 12 hari. Pada pupa umur 5 hari, untuk memperoleh
persentase kemunculan imago normal yang sama dapat disimpan maksimum selama 7
hari. Hasil penelitian tersebut dapat mempermudah proses pembiakan massal O.
furnacalis dengan adanya fleksibilitas dalam sinkronisasi stadia.
Ostrinia furnacalis Guenee
(Lepidoptera: Crambidae) is one of important pest of maize that causes significant
damage and needs to be managed. Various studies have been carried out to
develop techniques for managing this pest. Mass rearing of O. furnacalis is
important to provide enough insects. Stage synchronization is one way to provide
large number of insects with relatively uniform phases and ages at the same
time. Ability to store pupae at low temperature (±11?) can make stage
synchronization process easier. This study aimed to determine the effect of pupal
storage duration on emergence of O. furnacalis adults. A Complete
Randomized Design (CRD) was used in this study with two factors of treatment.
The factors were pupal age (1,3, and 5 days) and storage duration (0, 3, 7, 12,
18, and 25 days). There were 18 treatments, with each treatment had 4 replications
with 10 pupae (5 male pupae and 5 female pupae) for each replication. Pupal
weight, percentage of adult emergence, and length day for adult emergence after
treatment were observed. Pupal storage at low temperature (±11?) caused a decrease
in pupal weight and percentage of adult emergence and an increase in the
duration of adult emergence. The older pupae had less duration for storage
while maintaining the high number of adult emergences. One and three-day-old pupae
could be stored for a maximum of 12 days with 65% normal adult emergence. Five-day-old
pupae could be stored for a maximum of 7 days with same percentage. The results
of this study can be utilised for management of mass rearing of O.
furnacalis by providing more flexibility for stage synchronization.
Kata Kunci : Ostrinia furnacalis, pembiakan massal serangga, lama penyimpanan pupa, kemunculan imago.