Analisis Penerimaan Aplikasi Magizka sebagai Pendukung Program Delapan Aksi Integrasi Intervensi Penurunan Stunting bagi Pemerintah Desa
Hanif Adinaya Pawestri, Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes.; Anis Fuad, S.Ked., DEA
2024 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu hambatan paling signifikan bagi perkembangan manusia. Sebagai upaya untuk mencegah dan menurunkan stunting, pemerintah Indonesia telah menginisiasi program "Delapan Aksi Integrasi". Aplikasi Magizka dirancang untuk mendukung implementasi program tersebut di tingkat desa dengan fitur rekomendasi program gizi, pengingat jadwal, dan informasi gizi. Namun demikian, sebelum aplikasi dapat diimplementasikan secara menyeluruh, diperlukan pengujian terhadap penerimaan aplikasi oleh calon pengguna. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Wawancara mendalam dilakukan terhadap empat orang ahli materi dan tiga orang calon pengguna untuk mengeksplorasi persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan sesuai metode TAM (Technology Accpetance Model). Hasil: Aplikasi Magizka memenuhi aspek persepsi kegunaan dan kemudahan. Aplikasi Magizka berpotensi dalam mempercepat pekerjaan, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas, efektivitas, serta mempermudah pekerjaan pengguna. Kemudian, aplikasi Magizka juga mudah dipelajari, dioperasikan, dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Akan tetapi, masih diperlukan adanya perbaikan signifikan terkait materi konten dan tampilan visual untuk meningkatkan kejelasan isi agar dapat dipahami oleh calon pengguna. Kesimpulan: Aplikasi Magizka mendapatkan respons positif dan dapat diterima dengan baik namun perbaikan dan pengembangan aplikasi yang berkelanjutan masih perlu dilakukan untuk meningkatkan daya terima calon pengguna.
Background: Stunting poses a formidable obstacle to human development. In response,
the government has instituted "Delapan Aksi Integrasi" program to
prevent and mitigate stunting at the village level. Magizka application was
developed to support the implementation of the program by providing features
such as nutrition program recommendations, schedule reminders, and nutritional
information. Prior to full-scale implementation, it is imperative to assess the
potential user acceptance of the Magizka application. Method: A
descriptive qualitative research design was employed in this study. In-depth
interviews were conducted towards four content experts and three potential
users to systematically explore and analyze their perceptions of perceived
usefulness and perceived ease of use, as conceptualized within the Technology
Acceptance Model (TAM) framework. Result: Magizka application
demonstrates alignment with the constructs of perceived usefulness and
perceived ease of use, as defined within the Technology Acceptance Model (TAM).
This application has the potential to expedite tasks, enhance performance,
augment productivity and effectiveness, also ease workload. Furthermore, Magizka
application is also easy to learm and operate, suggesting its potential for
future development. Nonetheless, substantial refinements are warranted in terms
of content and visual presentation to enhance clarity and ensure optimal
comprehension by potential users. Conclusion: Magizka application
garnered a favorable reception and demonstrated significant user acceptance.
However, refinement and development of the application remain essential to
foster broader adoption among potential users.
Kata Kunci : penerimaan, aplikasi, stunting, TAM