Analisis Peran Pemerintah, Inkubator, dan Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Startup di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Nadela Afrita Sari, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P.
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Berbagai stakeholder memiliki peran strategis dalam mengembangkan, mengelola, dan menjaga keberlangsungan ekosistem startup di suatu regional. Stakeholder tersebut dapat meliputi pemerintah daerah, lembaga inkubator, dan perguruan tinggi. Interaksi dan kolaborasi yang efektif diantara stakeholder yang terlibat dalam upaya pengembangan ekosistem startup dapat menciptakan ekonomi regional yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Daerah DIY, Inkubator (Innovative Academy) dan Perguruan Tinggi (Universitas Gadjah Mada) dalam pengembangan startup dan keterlibatannya dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku startup. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Daerah DIY menjalankan perannya sebagai regulator melalui penerbitan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 46 Tahun 2019 Tentang Rencana Aksi Daerah Jogja Smart Province Tahun 2019-2023, dan berperan sebagai fasilitator melalui pelaksanaan beberapa kegiatan pelatihan. Selanjutnya Universitas Gadjah Mada dan Innovative Academy berperan sebagai fasilitator dengan intervensi yang lebih besar terhadap operasional startup, melalui keterlibatan dalam perencanaan bisnis dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi pelaku startup. Masih ditemui berbagai hambatan dalam upaya pengembangan ekosistem startup di Yogyakarta yaitu (1) Keterbatasan anggaran Pemerintah Daerah DIY dalam pengembangan ekosistem startup. (2) Implikasi dari kebijakan realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19 yang menyebabkan beberapa program inkubasi milik Pemerintah Daerah Provinsi DIY tertunda (3) Belum terjalinnya kolaborasi antara Pemerintah Daerah Provinsi DIY dengan inkubator. (4) Keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh pelaku startup.
Various stakeholders have a strategic role in developing, managing and maintaining the sustainability of the startup ecosystem in a region. These stakeholders can include local governments, incubator, and universities. Effective interaction and collaboration among these stakeholders can create a dynamic regional economy. This research aims to analyze the role of the DIY Regional Government, Incubators (Innovative Academy) and University (Gadjah Mada University) in startup development and their involvement in overcoming the problems faced by startup actors. This research was conducted using a qualitative method with a descriptive approach, while data collection was carried out through interviews and literature studies. The research results show that the DIY Regional Government carries out its role as a regulator through the issuance of Regulation of the Governor of the Special Region of Yogyakarta Number 46 of 2019 concerning the Jogja Smart Province Regional Action Plan for 2019-2023, and acts as a facilitator through the implementation of several training activities. Furthermore, Gadjah Mada University and the Innovative Academy act as facilitators with greater intervention in startup operations, through involvement in problem solving and business planning. There are still various obstacles encountered in efforts to develop the startup ecosystem in Yogyakarta, namely (1) limited budget in developing the startup ecosystem. (2) Implications of budget reallocation and refocusing policies for handling COVID-19. (3) Lack of collaboration between the DIY Regional Government and the incubator. (4) Limited resources owned by startup actors.
Kata Kunci : pengembangan startup, ekosistem startup, peran pemerintah, peran inkubator