Laporkan Masalah

Studi Leadership Labyrinth pada Pekerja Perempuan (Studi Kasus: Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor)

AZNI NURIA SABILA, Ely Susanto, S.IP., MBA., Ph.D.

2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Perempuan di tempat kerja dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam mencapai posisi kepemimpinan termasuk akses pengembangan karier, perbedaan ekspektasi sosial, hingga prasangka terhadap kompetensi. Penelitian ini akan mengkaji tantangan atau Leadership Labyrinth melalui aspek modal manusia, perbedaan gender, dan prasangka yang memengaruhi karier perempuan di Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor. Tantangan modal manusia merujuk pada keterbatasan akses pelatihan, terutama pegawai kontrak dan honorer. Tantangan perbedaan gender menciptakan ekspektasi sosial yang berbeda terhadap kepemimpinan perempuan dalam organisasi yang mengadopsi nilai-nilai maskulin. Tantangan prasangka gender yang menghambat perempuan menggunakan kompetensinya dalam pekerjaan lapangan. Nilai-nilai tradisional budaya Sunda dan budaya organisasi memperkuat tantangan yang dihadapi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dengan sembilan narasumber untuk menggali pengalaman pekerja perempuan dalam mengatasi tantangan karier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan Leadership Labyrinth dihadapi oleh pekerja perempuan di dinas ini. Strategi adaptasi, peningkatan kompetensi, dan dukungan keluarga serta organisasi diperlukan untuk menavigasi tantangan ini. Dukungan yang holistik dan penyesuaian terhadap tantangan sosial dan budaya merupakan kunci keberhasilan menuju posisi kepemimpinan. Temuan pada penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan kebijakan pemerintah yang inklusif gender, dukungan modal manusia yang merata, serta kesadaran akan bias gender dalam lingkungan kerja. 

Women in the workplace face numerous challenges in attaining leadership positions, including limited access to career development, differing social expectations, and prejudices against their competence. This study examines these challenges or the Leadership Labyrinth through human capital, gender differences, and prejudice affecting women's careers Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor. Human capital challenges include limited training access, particularly for contract employees. Gender differences create social expectations that align leadership with masculine values, while gender prejudices prevent women from fully utilizing their competence in fieldwork. Traditional Sundanese cultural values, emphasizing domestic roles for women, exacerbate these challenges. Using qualitative methods, interviews with nine informants explore how female workers navigate these barriers. The findings show that women face significant Leadership Labyrinth challenges. Adaptation strategies, skill development, and strong family and organizational support are crucial for overcoming these obstacles. Holistic support and adjustments to both social and cultural challenges are key to success in leadership. This research underscores the importance of developing gender-inclusive policies, equitable human capital support, and raising awareness of gender bias in the workplace.

Kata Kunci : Leadership Labyrinth, modal manusia, perbedaan gender, stereotip gender, kepemimpinan perempuan, budaya Sunda.

  1. S1-2024-462840-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462840-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462840-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462840-title.pdf