BERSILAT DI ATAS GELOMBANG: PASANG SURUT KEHIDUPAN NELAYAN MANGROVE PEKALONGAN UTARA
Cindy Mutiara Hapsari, Agus Indiyanto, S.Sos., M.Si.
2024 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Skripsi ini mengkaji dinamika kehidupan nelayan mangrove di Pekalongan Utara dalam menghadapi fluktuasi hasil tangkapan yang dipengaruhi musim. Pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah “Bagaimana strategi nelayan dalam memanfaatkan situasi untuk menghasilkan pendapatan demi ketahanan ekonomi
keluarga?”. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah sejak tanggal 04 Januari 2024 sampai dengan 27 Januari 2024 dan 02 Mei 2024 sampai dengan 17 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan metode etnografi kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Telah dipilih lima rumah tangga sebagai informan kunci yang telah mewakili informasi terkait nelayan mangrove secara keseluruhan dengan mempertimbangkan kriteria yang sudah ditentukan dan dipetakan. Penelitian ini menemukan bahwa nelayan mangrove dihadapkan pada berbagai keterbatasan seperti perubahan musim yang menyebabkan naik turunnya hasil tangkapan dan minimnya kecanggihan alat tangkap, hal ini membuat nelayan harus jeli dalam analisis ketidakpastian musim
agar mendapat hasil tangkapan yang maksimal serta pemanfaatan alat tangkap yang ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa nelayan di kawasan mangrove memiliki tempat singgah baru, yaitu Wisata Taman Mangrove, yang menawarkan peluang baru. Namun, peluang tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, para nelayan mangrove mengembangkan diversifikasi mata pencaharian sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
This study examines the livelihood dynamics of mangrove fishermen in North Pekalongan in the face of seasonal catch fluctuations. The main question in this study is, "How are fishermen's strategies for exploiting the situation to generate income for family economic security? This research was conducted in North Pekalongan District, Pekalongan City, Central Java Province from January 04, 2024, to January 27, 2024, and May 02, 2024, to May 17, 2024. This research used qualitative ethnographic methods with data collection methods such as participant observation, in-depth interviews, and literature review. Five households were selected as key informants who represented information related to mangrove fishermen by considering predetermined and mapped criteria. This study found that mangrove fishers are faced with various constraints such as seasonal changes that cause ups and downs in catches and lack of sophistication of fishing gear, this makes fishers need to be observant in analyzing the uncertainty of the season to get maximum catches and utilization of existing fishing gear. This study shows that fishermen in the mangrove area have a new stopover, namely Mangrove Park Tourism, which provides new opportunities. However, these opportunities are not sufficient to meet their daily needs. Therefore, mangrove fishermen are developing livelihood diversification as part of the strategy to improve family economic resilience.
Kata Kunci : Kemiskinan, Nelayan, Mangrove, Strategi, Resiliensi / Poverty, Fishermen, Mangroves, Strategy, Resilience