Pengawasan dan pengikatan berbasis kepemilikan Institusional internal
MAHADWARTHA, Putu Anom, Promotor Prof.Dr. Eduardus Tandelilin, MBA
2004 | Disertasi | S3 Ilmu EkonomiPenelitian ini menguji teori keagenan dalam kaitannya dengan struktur kepemilikan perusahaan pada perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta. Teori keagenan berargumentasi bahwa struktur kepemilikan akan mempengaruhi konflik keagenan dan konflik tersebut dapat dikendalikan melalui pengawasan dan pengikatan melalui utang dan dividen. Akibat perbedaan struktur kepemilikan menyebabkan dua argumen yang saling bertentangan dalam konteks teori keagenan yaitu argumen entrechment dan konvergensi (convergence). Struktur kepemilikan yang unik di Indonesia memotivasi untuk meneliti kondisi institusional internal tinggi dan rendah dalam hubungannya dengan pengawasan dan pengikatan dalam teori keagenan. Penelitian ini berargumentasi bahwa pada kondisi institusional internal tinggi maka konflik keagenan terjadi karena kolaborasi manajemen dan institusional internal untuk melakukan perquisites atau tindakan-tindakan yang merugikan bagi pemegang saham publik. Sebaliknya konflik akan terjadi pada kondisi institusional internal rendah antara manajemen lawan institusional internal rendah dan pemegang saham publik. Berdasarkan argumen entrenchment maka konflik keagenan akan lebih tinggi pada kondisi institusional internal tinggi dibandingkan institusional internal rendah. Penelitian ini juga menguji model keseimbangan teori keagenan dalam kaitannya dengan kebijakan utang dan dividen sebagai alat pengawasan dan pengikatan. Hasil penelitian menunjukkan konfirmasi yang kuat terhadap model keseimbangan teori keagenan. Secara umum temuan menunjukkan bahwa argumen entrenchment tidak terdukung dan terdapat indikasi mendukung argumen konvergensi. Semakin tinggi institusional internal maka semakin baik kinerja perusahaan dan semakin efektif pengikatan dapat dilakukan melalui dividen. Pada kondisi institusional internal rendah maka konflik lebih tinggi dibandingkan institusional internal tinggi dan manajemen mampu melakukan perquisites atas kerugian institusional internal dan pemegang saham publik.
The research explores ownership structure in Indonesia for listed firms in Jakarta Stock Exchange. Agency theory argues that ownership structure will provoke the agency problems and influences the policy of management with regards of dividend and debt policy. But the impact of firm’s ownership brings two different arguments which are entrenchment argument and convergence argument. Unique characteristic of ownership structure in Indonesia motivated researcher to examine the impact and their relationship with bonding and monitoring to control agency problems. Internal institutional ownership is tested in term of their influence to magnitude of agency problems. The study argues that high level of internal institutional ownership will boost the agency problems between internal institutional and management against public shareholders. High level of internal institutional ownership will collaborate with management to harm firm value in expense of public shareholders wealth. Low level of internal institutional ownership will boost the agency problems between internal institutional ownership and public shareholders against management. Entrenchment argument states that the conflict will be higher in high level of internal institutional ownership than low level of internal institutional ownership. Convergence argument provides contra argument that the conflict will be lower in high level of internal institutional ownership than low level of internal institutional ownership. The study also examines balancing of agency theory with dividend and debt policy. Agency theory argues that dividend and debt policy used to control agency problems. The result confirmed balancing of agency theory in high and low level of internal institutional ownership. The results indicated confirmation of the convergence argument and disconfirmation of the entrenchment argument. The higher internal institutional ownership the better the performance of the firm and the more efficient bonding and monitoring policy implemented with forced of high internal institutional ownership. Agency conflict occurred in low internal institutional between management versus shareholders especially from the use of debt and free cash flow for managers perquisites.
Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Kepemilikan Perusahaan,Keagenan