Laporkan Masalah

Transisi dari Adat menuju Modernitas: Habitus Plural Masyarakat Adat Mentawai pasca-Formalisasi Institusi Adat di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai

DIANA MAYASARI, Evi Lina Sutrisno, S.Psi., M.A., Ph.D.

2024 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Penelitian ini mengkaji, memahami, dan menjelaskan transisi habitus—yakni struktur sosial individu yang telah terinternalisasi, seperti nilai-nilai adat, agama dan kebiasaan suatu masyarakat yang telah mengakar kuat sehingga menghasilkan konsistensi—komunitas adat Mentawai, yang dikenal sebagai uma, ketika dihadapkan oleh formalisasi institusi adat melalui proyek relokasi permukiman penduduk, pembentukan desa formal, serta pengendalian tata kehidupannya di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kekayaan budaya lokal masyarakat adat Mentawai, yang sering dianggap sebagai simbol keterbelakangan, dipahami dan diterjemahkan dalam konteks modernisasi. Kajian ini juga bertujuan untuk memahami dampak program pembangunan pemerintah terhadap masyarakat adat Mentawai dan pergeseran habitus yang terjadi sebagai respons terhadap proses tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi etnografi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa relokasi penduduk Mentawai ke permukiman baru dan pembentukan desa formal menghadirkan peralihan gaya hidup, tempat tinggal, perilaku, norma, dan nilai yang mengarah ke modernitas. Akibatnya, muncul tantangan besar dalam pelestarian budaya dan keberlanjutan kehidupan tradisional mereka, sehingga muncul habitus plural yang memperlihatkan disposisi-disposisi baru berisi pembilahan antara budaya yang harus diterima dan budaya yang harus ditolak. Pada konteks ini, perlu dipahami bahwa pemerintah tidak selalu konsisten dalam memposisikan masyarakat adat. Kelahiran otonomi telah membuat kebijakan pemerintah terhadap adat semakin fleksibel, sehingga masyarakat adat Mentawai dimungkinkan untuk menyesuaikan kembali kehidupan mereka dan mempertahankan budaya asli mereka.

This study examines, interprets, and explains the transition of habitus—defined as the internalized social structures of individuals, such as deeply rooted traditional values, religious beliefs, and societal customs—within the Mentawai indigenous community, known as uma, when confronted with the formalization of customary institutions through resettlement projects, the establishment of formal villages, and the regulation of their way of life in Muntei Village, Siberut Selatan District, Kepulauan Mentawai Regency. The research aims to analyze how the rich local culture of the Mentawai indigenous community, often perceived as a symbol of underdevelopment, is understood and interpreted in the context of modernization. Additionally, this study seeks to comprehend the impact of government development programs on the Mentawai indigenous community and the shifts in habitus that occur as a response to these processes. This research employs a qualitative approach through ethnographic study. The findings reveal that the relocation of the Mentawai people to new settlements and the establishment of formal villages have led to a transition in lifestyle, housing, behavior, norms, and values toward modernity. Consequently, significant challenges arise in preserving their culture and sustaining their traditional way of life, leading to the emergence of a plural habitus that reflects new dispositions, distinguishing between the cultures that must be embraced and those that must be resisted. In this context, it is essential to understand that the government has not always been consistent in its approach to indigenous communities. The advent of autonomy has made government policies towards customs more flexible, allowing the Mentawai indigenous community to readjust their lives and preserve their original culture.

Kata Kunci : habitus plural, masyarakat adat, modernisasi, relokasi, formalisasi/plural habitus, indigenous community, modernization, relocation, formalization

  1. S1-2024-459872-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459872-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459872-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459872-title.pdf