Laporkan Masalah

Makna Keselamatan dalam Salat Perspektif Imam Al-Ghazali

Jihan Nurom Bidayah, Dr. Agus Himawan Utomo S.S., M.Ag , Dr. Drs. Mustofa Anshori Lidinillah, M.Hum

2024 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna keselamatan dalam salat lewat pendekatan ada tidaknya keberadaan Fenomena kehadiran hati dalam salat yang dilaksankan oleh seorang muslim. Penelitian ini menggunakan pemikiran tasawuf Imam Al-Ghazali sebagai tinjauan prespektifnya, yang dipilih sebab pembahasannya terkait kehadiran jiwa/ruh/hati dalam salat yang ada dalam kitabnya Ihya’ ‘Ullumuddin. 
Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi Dhavamony. Metode ilmiah ini digunakan untuk mempelajari fakta religius yang bersifat subjektif seperti pikiran, perasaan dan maksud dari seseseorang yang diungkapkan dalam tindakan dan menjadi dasar untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang bersifat subjektif tadi merupakan suatu tindakan keagamaan dan bukannya sekedar gerakan tanpa arti. Metode ini dirasa cocok untuk meneliti Fenomena kehadiran hati, yang mana sulit untuk bisa diamati dan diketahui secara langsung. Analisis penelitian, dibantu dengan data wawancara pada kelompok pria dan wanita rentang usia produktif, sebagai bahan komparasi. 
Hasilnya Fenomena kehadiran hati dalam ibadah ritual salat secara teori dihubungkan dengan keinginan untuk mencari keselamatan lewat kebutuhan manusia akan spiritual yang berujung pada kepercayaan akan doktrin keselamatan pada agama. Dalam agama Islam salat bisa menjadi sarana utama untuk mencapai keselamatan. Perspektif tasawuf Imam Al-Ghazali bisa dipahami lewat kitabnya Ihya’ ‘Ulumuddin yang berisikan pandangannya terkait meraih esensi agama, dan mengembalikan kembali ajaran agama kepada nilai-nilai yang hakiki, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui jalan kalbu. Dan lewat analisis data pustaka dan wawancara kehadiran hati dalam salat dibuktikan keberadaannya, Dimana bila niat yang dimaksudkan diawal salat, disadari sampai akhir salatnya maka kemungkinan kehadiran hatinya tinggi, dan kebanyakan narasumber membuktikannya. Kehadiran hati dalam salat ini bila dikaitan dengan keselamatan, tertuju pada bagaimana perilaku manusia dalam menjalani kehidupannya menjadi lebih terjaga sebab rasa mawas dirinya terhadap kehadiran Allah Swt. dalam tiap aspek hidupnya. Yang mana membawa kedamaian dan rasa aman baginya. Dalam pembahasan Imam Al-Ghazali tentang ibadah, zahir dari ibadah adalah syarat dan rukunnya. sedang nyawa dan batin dari ibadah ialah: niat, kehadiran hati dan Ikhlas. Dan dalam ibadah ritual salat hal yang paling penting dalam pelaksanaanya adalah khusyuk. Dan dengan salat yang khusyuk itu manusia bisa meraih keselamatan di dunia dan akhirat.

This study aims to determine the meaning of salvation in prayer through the approach of the presence or absence of the Phenomenon of the presence of the heart in prayer performed by a Muslim. This study uses the Sufism thoughts of Imam Al-Ghazali as a perspective review, which was chosen because the discussion is related to the presence of the soul/spirit/heart in prayer in his book Ihya' 'Ullumuddin.

This study uses the Dhavamony’s phenomenology method. This scientific method is used to study subjective religious facts such as thoughts, feelings and intentions of a person expressed in actions and becomes the basis for convincing that the subjective things are a religious act and not just meaningless movements. This method is considered suitable for studying the Phenomenon of the presence of the heart, which is difficult to observe and know directly. Research analysis, assisted by interview data on groups of men and women of productive age, as comparative material.

The results, The phenomenon of the presence of the heart in ritual prayer salat is theoretically connected to the desire to seek salvation through human needs for spirituality which leads to belief in the doctrine of salvation in religion. In Islam, prayer can be the main means of achieving salvation. Imam Al-Ghazali's perspective on Sufism can be understood through his book Ihya' 'Ulumuddin which contains his views regarding reaching the essence of religion, and returning religious teachings to their essential values, to get closer to God through the path of the heart. And through analysis of literature data and interviews, the presence of the heart in prayer is proven. If the intention intended at the beginning of the prayer is realized until the end of the prayer, then the possibility of the presence of the heart is high, and most of the sources prove this. The presence of the heart in this prayer, when related to salvation, is focused on how human behavior in living their lives becomes more awake because of their sense of introspection towards the presence of Allah SWT. in every aspect of his life. Which brings peace and security to them. In Imam Al-Ghazali's discussion about worship, the zahir of worship is the conditions and pillars. while the soul and mind of worship are: intention, presence of heart and sincerity. And in the ritual prayer of salat, the most important thing in carrying it out is being solemn. And with that solemn prayer, humans can achieve salvation in the world and the hereafter.

Kata Kunci : Keselamatan, Ibadah Ritual Salat, Tasawuf Imam Al-Ghazali, Kehadiran Hati

  1. S1-2024-411980-abstract.pdf  
  2. S1-2024-411980-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-411980-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-411980-title.pdf