Implementasi Bantuan Keuangan Khusus Dana Keistimewaan di Kalurahan Panggungharjo
ANUGRAH SASI RAYA, Dr. Phil. Ag Subarsono, M.Si., M.A.
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini menilai proses implementasi Bantuan Keuangan
Khusus (BKK) Dana Keistimewaan di Kalurahan Panggungharjo berdasarkan Peraturan
Gubernur DIY Nomor 100 Tahun 2020, yang bertujuan mengurangi kemiskinan melalui
pembangunan dari pinggiran. Panggungharjo dipilih sebagai lokus karena termasuk
kalurahan miskin dan Desa Mandiri Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi implementasi kebijakan BKK Dana Keistimewaan menggunakan tiga
indikator dari Ripley & Franklin (1986) dan model implementasi dari Cheema
& Rondinelli. Studi ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui
wawancara mendalam dan data sekunder dari dokumen terkait. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa implementasi BKK Dana Keistimewaan di Kalurahan Panggungharjo
berjalan cukup efektif. Meskipun terjadi penurunan kemiskinan, tantangan utama
terdapat pada perbaikan koordinasi antar lembaga dan peningkatan kapasitas
pelaksana kebijakan. Kondisi lingkungan, yang didukung oleh kepemimpinan yang
kuat serta distribusi kewenangan yang jelas, berperan penting dalam efektivitas
kebijakan ini. Selain itu, sumber daya organisasi terbukti menjadi faktor
krusial dalam mendukung keberhasilan kebijakan. Penelitian ini memberikan
rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dan kalurahan dalam mengelola BKK
Dana Keistimewaan, terutama dalam memperkuat manajemen sumber daya dan
meningkatkan keterlibatan masyarakat. Penguatan sinergi antar lembaga dan
optimalisasi penggunaan sumber daya perlu dilakukan untuk memastikan bahwa
kebijakan ini mampu terus berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan
peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan pinggiran
This study evaluates the implementation process of the
Special Financial Assistance (BKK) Dana Keistimewaan in Kalurahan
Panggungharjo, based on the Governor of DIY Regulation No. 100 of 2020, which
aims to reduce poverty through development from the periphery. Panggungharjo
was selected as the locus due to its classification as a poor village and a
Desa Mandiri Budaya (Cultural Independent Village). The objective of this
research is to assess the implementation of the BKK Dana Keistimewaan policy
using the three indicators from Ripley & Franklin (1986) and the
implementation model from Cheema & Rondinelli. The study employs primary
data gathered through in-depth interviews and secondary data from related
documents. Although poverty has decreased, the main challenges lie in improving
interagency coordination and enhancing the capacity of policy implementers. The
environmental conditions, supported by strong leadership and clear distribution
of authority, have played a crucial role in the policy’s effectiveness.
Additionally, organizational resources have proven to be key factors in the
success of this policy. The study offers practical recommendations for local
governments and villages in managing BKK Dana Keistimewaan, particularly in
strengthening resource management and increasing community engagement.
Enhancing interagency synergy and optimizing the use of resources are necessary
to ensure that this policy continues to contribute to poverty reduction and
improved quality of life in peripheral areas.
Kata Kunci : Implementasi kebijakan, Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Dana Keistimewaan, Kalurahan Panggungharjo, Penurunan kemiskinan, Proses implementasi