From Rift to Restoration: Guerrilla Gardening as a Countermovement Towards Urban Space Commodification
Vanya Shauqia Marsha, Dr. Maharani Hapsari, MA
2024 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Istilah “guerrilla gardening,” yang dipopulerkan oleh Green Guerillas melalui manifesto mereka pada tahun 1973 yang merinci pada praktik berkebun sebagai bentuk perlawanan untuk merebut kembali ruang publik yang diprivatisasi atau eksklusif di lanskap urban, telah menginspirasi berbagai pendekatan kontemporer yang beragam, terutama terlihat dalam studi kasus di California dan New York di mana lanskap urban dan pertanian telah menjadi entitas yang dikomodifikasi. Dengan menggunakan teori pergerakan ganda Karl Polanyi untuk mengeksplorasi ketercerabutan sosial-ekologis dari ekonomi pasar dan perlindungan sosial yang menolak komersialisasi tersebut, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi munculnya proyek-proyek guerrilla gardening sebagai countermovement terhadap proses-proses komodifikasi tersebut. Mengakui dua komponen utama dari gerakan yang diprakarsai oleh Polanyi, studi ini mengeksplorasi akar dari proyek-proyek tersebut. Gerakan pertama, mekanisme disembedding yang diperkuat oleh konvergensi kepentingan antara negara dan pemerintah kota yang diwujudkan sebagai komodifikasi urban space, telah menyebabkan berbagai keterasingan sosial dan ekologi dalam masyarakat. Gerakan kedua, countermovement yang merespons sebagai mekanisme reembedding oleh proyek-proyek guerrilla gardening, telah mengambil berbagai bentuk untuk menangani dislokasi tersebut. Studi ini mengungkap bagaimana ketercerabutan tersebut telah memicu gerakan akar rumput yang penting untuk memulihkan hubungan sosial-ekologis yang terasingkan oleh aktivitas ekonomi yang destruktif.
The term “guerrilla gardening,” popularized by the Green Guerillas through their 1973 manifesto detailing defiant gardening practices to reclaim privatized or exclusionary public spaces in urban landscapes, has inspired diverse contemporary approaches, particularly evident in the case studies of California and New York where urban landscapes and agriculture have become commodified entities. Utilizing Karl Polanyi’s double movement theory to explore social-ecological disembeddedness of the market economy and the social protection resisting such marketization, this study seeks to explore the emergence of guerrilla gardening projects as a countermovement towards such commodification processes. Acknowledging two inherent components of the movements prescribed by Polanyi, this paper explores the roots of these projects. The first movement, the disembedding mechanisms compounded by the convergence of interests between the state and municipal governments manifested as urban space commodification, has led to various social and ecological disembeddedness of society. The second movement, responding countermovements as reembedding mechanisms by guerrilla gardening projects, has taken various forms to address such dislocations. This research exposes how such disembeddedness has led to grassroots movements integral to restoring social-ecological relationships alienated by destructive economic activities.
Kata Kunci : guerrilla gardening, double movement, Polanyi, urban space