Laporkan Masalah

Strategi Penerjemahan Istilah Budaya Terkait Makanan dan Minuman dalam Novel Korea "Dalleoguteu KKum Baekhwajeom" ke dalam Bahasa Indonesia

Sara Octaviani, Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D.

2024 | Skripsi | BAHASA KOREA

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan strategi penerjemahan istilah budaya terkait makanan dan minuman dalam novel "Dalleoguteu Kkum Baekhwajeom/DKB” ke dalam bahasa Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan dari teori strategi penerjemahan menurut Baker (2018), serta teori prosedur penerjemahan Vinay dan Darbelnet (1995). Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan dari metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data dalam penelitian ini adalah semua kata atau frasa yang mengandung unsur makanan atau minuman di dalam novel dan hasil terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Data tersebut kemudian diklasifikasikan menurut strategi penerjemahannya dengan cara mengkomparasikan makna kata atau frasa  makanan/minuman dalam BSu dengan makna hasil terjemahannya makanan dalam  BSa.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 133 kali kemunculan nama makanan/minuman dari 61 jenis nama makanan atau minuman dalam novel DKB yang dianalisis menggunakan teori strategi penerjemahan dari Baker (2018) dan  teori prosedur penerjemahan Vinay dan Darbelnet (1995). Strategi tersebut antara lain; dengan kata yang lebih umum (superordinat) digunakan 9 kali, kata yang netral/kurang ekspresif 6 kali, substitusi budaya 1 kali, kata pinjaman/kata pinjaman dengan penjelasan 27 kali, parafrase dengan kata yang berkaitan 26 kali, parafrase dengan kata yang tidak berkaitan 3 kali, omisi 8 kali. Sementara itu, prosedur  tersebut yaitu kalke digunakan 12 kali, penerjemahan literal 30 kali,  transposisi 1 kali, modulasi 3 kali dan ekuivalensi sebanyak 7 kali. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerjemahan literal dari Vinay dan Darbelnet (1995) merupakan strategi atau prosedur yang paling banyak digunakan untuk menerjemahkan istilah makanan atau minuman dalam novel. Hal ini karena di dalam novel terdapat banyak kemunculan istilah makanan atau minuman yang bersifat universal, seperti cha, ppang, gamjatwigim sehingga terjemahan literal dapat secara langsung mengungkapkan padanan makna terdekat dari istilah makanan atau minuman dari BSu ke dalam BSa melalui arti kamus. Selain itu, strategi ini merupakan prosedur yang umum dilakukan pertama kali dalam proses penerjemahan sebelum mencoba menggunakan strategi yang lain.


Kata kunci: strategi penerjemahan, istilah budaya, makanan dan minuman, novel korea, Dalleoguteu Kkum Baekhwajeom


This research aims to identify the translation strategies of food and beverage-related culture terms in the novel “Dalleoguteu Kkum Baekhwajeom” into Indonesian. This research was based on a combination of translation strategy theories by Mona Baker (2018), and translation procedure theories by Vinay and Darbelnet (1995). This study was conducted using a combination of descriptive-qualitative and quantitative methods. The data used in this research are every food and beverage-related word or phrase that was collected from the novel, along with their translations into Indonesian. The translation strategies of the data were identified by comparing the meaning between the food and beverage-related cultural words or phrases in the SL and their translations in the TL.

The results showed there were 133 occurrences of food and beverage names from 61 types of food or drinks name in the novel, which were analyzed using translation strategies of Baker (2018) and translation procedures of Vinay and Darbelnet (1995). These strategies, namely using more general words were used 9 times, netral/less expressive words 6 times, cultural substitution 1 time, loan words/loan words plus explanation 27 times, paraphrase with related words 26 times, paraphrase with unrelated words 3 times, omission 8 times. Meanwhile, these procedures, namely calque 12 times, literal translation 30 times, transposition 1 time, modulation 3 times, and equivalence was used 7 times. Based on the results, it can be concluded that literal translation, which was proposed by Vinay and Darbelnet (1995), was the most widely used translation strategy. This was because of the frequent occurrences of universal food or beverage terms in the novel, such as cha, ppang, and gamjatwigim, so literal translation can directly reveal the closest meaning of food or beverage terms from the SL into the TL by looking at the dictionary meanings. Furthermore, the literal translation was widely used because it was common to use it first in the translation process before trying to apply other strategies


Keywords: translation strategy, cultural terms, food and beverage, korean novel, Dalleoguteu Kkum Baekhwajeom 


Kata Kunci : strategi penerjemahan, istilah budaya, makanan dan minuman, novel korea, Dalleoguteu KKum Baekhwajeom

  1. S1-2024-443326-abstract.pdf  
  2. S1-2024-443326-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-443326-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-443326-title.pdf