Analisis Penerapan dan Perhitungan Unit Cost Mahasiswa Program Sarjana Menggunakan Activity-Based Costing dan Evaluasi Subsidi Silang (Studi Kasus Pada Fakultas F PTN X)
SAFIRA ALIF AULIA, Prof. Ainun Na’im, M.B.A., Ph.D.
2024 | Skripsi | AKUNTANSI
Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami proses implementasi Activity-Based Costing (ABC) yang diterapkan oleh manajemen PTN X, menghitung unit cost per mahasiswa menggunakan metode ABC untuk periode 2023, serta menganalisis efektivitas penerapan subsidi silang dalam mengatasi hambatan biaya pendidikan bagi mahasiswa.
Metode Penelitian - Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan di Fakultas F pada PTN X. Data yang digunakan meliputi hasil wawancara, laporan keuangan PTN X periode 2023 yang telah diaudit, laporan serapan atau realisasi anggaran Fakultas F dan PTN X untuk periode 2023, data internal seperti data pendukung administrasi lainnya, dan data jumlah mahasiswa PTN X berdasarkan PDDikti.
Temuan - Penelitian ini menemukan bahwa implementasi Activity-Based Costing (ABC) di PTN X telah melibatkan seluruh fungsi manajemen. Meskipun masih menghadapi kendala terkait data, manajemen berencana untuk mengembangkan sistem dan modul. Perhitungan unit cost berdasarkan pada realisasi periode 2023 menunjukkan variasi antar program studi, dengan biaya rata-rata per mahasiswa reguler dan internasional masing-masing Rp 18.187.575 dan Rp 20.598.949 per semester, menunjukkan angka yang lebih tinggi dari UKT kelompok tertinggi. Variasi tersebut diakibatkan oleh salah satunya perbedaan karakteristik dari setiap departemen. Evaluasi subsidi silang menunjukkan bahwa kontribusi dari program internasional belum cukup untuk menutup defisit biaya program reguler, sehingga ada potensi untuk meningkatkan efektivitas dengan memperluas mekanisme subsidi silang antar fakultas.
Originalitas - Penelitian ini menawarkan kontribusi original dalam mengkaji fungsi manajemen dalam implementasi Activity-Based Costing (ABC) di PTN X untuk periode 2023, serta mengevaluasi efektivitas subsidi silang dalam mengatasi defisit biaya pendidikan.
Objectives - The objective of this research is to explore the implementation process of Activity-Based Costing (ABC) applied by the management of PTN X, calculate the unit cost per student using the ABC method for the 2023 period, and analyze the effectiveness of Cross Subsidy implementation in addressing financial barriers to education for students.
Research Methods - This research employs a case study method conducted at Faculty F of PTN X. The data used includes interview results, audited financial statements of PTN X for the 2023 period, budget absorption or realization reports of Faculty F and PTN X for the 2023 period, internal data such as other supporting administrative data, and student enrollment data of PTN X based on PDDikti.
Findings - This research found that the implementation of Activity-Based Costing (ABC) at PTN X has involved all management functions. Despite still facing challenges related to data, the management plans to develop the system and modules further. The unit cost calculation based on the 2023 realization period shows variations across study programs, with the average cost per regular and international student amounting to Rp 18.187.575 and Rp 20.598.949 per semester, respectively, indicating higher figures than the highest tuition fee bracket. This variation is partly due to the differing characteristics of each department. The evaluation of cross-subsidies reveals that contributions from the international program are insufficient to cover the cost deficit of the regular program, highlighting the potential to enhance effectiveness by expanding cross-subsidy mechanisms across faculties.
Originality - This research offers an original contribution by examining the management functions in the implementation of Activity-Based Costing (ABC) at PTN X for the 2023 period and evaluating the effectiveness of cross-subsidies in addressing the educational cost deficit.
Kata Kunci : Activity-based costing, fungsi manajemen, proses implementasi, studi kasus, subsidi silang, unit cost