Telemedicine sebagai Solusi Aksesibilitas Pelayanan Program HIV bagi ODHA dan Orang yang Beresiko HIV
Haryo Kunto Wibowo, dr. Lutfan Lazuardi, MKes, PhD.; dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo
2024 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Aksesibilitas layanan HIV/AIDS di Indonesia menghadapi hambatan signifikan akibat
stigma sosial dan tabu, mempersulit upaya penjangkauan dan pemeriksaan bagi orang
dengan HIV/AIDS (ODHA) serta individu berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk
mendukung aksesibilitas layanan HIV/AIDS melalui strategi inovatif berupa penerapan
telemedicine dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas layanan HIV/AIDS di Indonesia.
Menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dan kerangka Telemedicine
Implementation Model (Telemedicine Hat), penelitian ini mengumpulkan data melalui
wawancara dengan petugas kesehatan di poliklinik Voluntary Counseling and Testing (VCT)
sebuah rumah sakit di Kabupaten Jember. Analisis data berfokus pada identifikasi
tantangan, kebutuhan, dan harapan terkait dengan telemedicine dalam konteks layanan
HIV/AIDS di Indonesia, mengeksplorasi bagaimana telemedicine dapat meningkatkan akses
dan visibilitas layanan. Studi ini juga menilai fitur-fitur spesifik yang diharapkan oleh
petugas kesehatan dan pengguna layanan untuk memfasilitasi penggunaan telemedicine
dalam layanan HIV/AIDS, menunjukkan potensi telemedicine sebagai alat penting dalam
mengatasi hambatan aksesibilitas layanan HIV/AIDS.
The Human Immunodeficiency Virus (HIV) attacks the human immune system, leading to
Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV/AIDS remains a serious health concern
in Indonesia, with the number of cases continuing to rise since the first case was reported in
1981. By 2022, approximately 630,000 people were living with HIV/AIDS in Indonesia. Key
risk factors include unprotected sexual contact, shared needle use, and mother-to-child
transmission during pregnancy, childbirth, or breastfeeding.
Efforts to combat HIV/AIDS include prevention, testing, counseling, complication
management, and Antiretroviral Therapy (ART). Despite increased access to ART, which is
effective in controlling HIV progression and preventing AIDS, challenges remain in ensuring
equal and continuous access to these medications for all HIV/AIDS patients. Health
promotion is crucial in HIV/AIDS prevention efforts through campaigns and educational
programs to raise public awareness.
HIV/AIDS Information Systems (SIHA) play a strategic role in promoting health and
managing HIV/AIDS by providing access to epidemiological data, statistics, and current
information on HIV/AIDS spread in Indonesia. These systems support better decisionmaking and effective program planning.
Kata Kunci : Telemedicine, Program HIV, Telemedicine Implementation Model, Pelayanan Kesehatan, ODHA, Aksesibilitas Layanan HIV