Laporkan Masalah

Karakteristik kecelakaan sepeda motor; Suatu pendekatan perilaku :: Studi kasus di perkotaan Yogyakarta

WALDIYONO, Promotor Prof.Drs. R.H. Bintarto

2004 | Disertasi | S3 Ilmu Lingkungan

Masyarakat dan tiap pengendara kendaraan bermotor selalu mengharap agar kecelakaan lalulintas dapat dihindari, tetapi data statistik menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan dan korban kecelakaan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2002 diperkirakan korban meninggal dunia setiap tahun sebesar 1.500.000 orang (WHO, 2002). Di Indonesia jumlah orang meninggal dunia meningkat setiap tahun sebesar 5% (10.038 pada tahun 1993 dan 12.308 pada tahun 1997). Di Yogyakarta kecelakaan lalulintas meningkat sebesar 23,5% tiap tahun, dan pelanggaran lalulintas meningkat 29,5% tiap tahun (POLDA – DIY, 2004). Dalam arus lalulintas, sepeda motor memberikan kontribusi sebesar 40% sampai 55%. Keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan lalulintas menduduki peringkat pertama 45% (DIY), 70% Kota Yogya, 43% Sleman, 47% Bantul, 25% Kulon Progo, dan 39% Gunung Kidul. Penelitian ini menitik beratkan pada kajian tentang karakteristik kecelakaan sepeda motor berdasarkan perilaku pengendara karena sepeda motor merupakan moda yang paling besar kontribusinya dalam kecelakaan lalulintas. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka dihasilkan landasan teori perilaku pengendara sepeda motor yang pernah kecelakaan meliputi variabel Religiusitas Pengendara Motor (RPM), Tanggapan Terhadap Kelompok Panutan (TKP), Lingkungan Tempat Kecelakaan (LTK), Kondisi Kendaraan Motor (KKM), Latihan Keterampilan Pengendara (LKP), Konsentrasi Mengendara Pengendara (KMP), Pengalaman Mengendara Pengendara (PMP), Sopan Santun Pengendara (SSP), Disiplin Pengendara Motor (DPM), dan Tingkat Kecelakaan Pengendara (TKL). Alat ukur variabel penelitian disiapkan berupa kuesioner. Sebelum kuesioner digunakan untuk mengukur variabel, perlu diuji validitas dan reliabilitas alat ukur. Uji alat ukur dilakukan terhadap 50 responden dan melalui uji coba akhirnya alat ukur dinyatakan lulus validitas dan reliabilitas. Pengukuran variabel dilakukan terhadap responden mahasiswa sebagai kelompok yang memberikan kontribusi paling besar dalam kecelakaan lalulintas. Jumlah responden minimum 1065, dalam penelitian ini jumlah responden diambil 1500. Dari 1500 sebanyak 1262 kuesioner yang dapat diolah. Hasil penelitian ini adalah teori perilaku pengendara sepeda motor yang pernah kecelakaan yang dibangun dari 15 proposisi berikut : Tanggapan Terhadap Kelompok Panutan (TKP), Lingkungan Tempat Kecelakaan (LTK), Kondisi Kendaraan Motor (KKM), Latihan Keterampilan Pengendara (LKP), Pengalaman Mengendara Pengendara (PMP), Konsentrasi Mengendara Pengendara (KMP), dipengaruhi oleh Religiusitas Pengendara Motor (RPM); Tanggapan Terhadap Kelompok Panutan (TKP) dipengaruhi oleh LTK, Sopan Santun Pengendara (SSP) dipengaruhi oleh LTK, KKM, LKP, PMP, KMP; Disiplin Pengendara Motor (DPM) dipengaruhi oleh SSP dan TKP, sedangkan Tingkat Kecelakaan Lalulintas pengendara (TKL) dipengaruhi oleh DISP. Koefisien korelasi hubungan antar variabel bervariasi antara 0,847 sampai 0,942. Dalam penelitian ini juga dihasilkan kesimpulan bahwa manusia dikelompokkan kedalam delapan kategori berdasar garizah (G) yaitu G1 amat sangat baik sekali dan G8 amat sangat buruk sekali. Untuk menekan tingkat kecelakaan lalulintas berdasarkan teori ini dilakukan dengan menaikkan nilai religiusitas pengendara. Setiap kenaikan religiusitas 10% maka, TKP, LTK, KKM, LKP, PMP, KMP, SSP dan DPM akan naik 10% dan Tingkat Kecelakaan Lalulintas pengendara (TKL) akan turun sebesar 12,55%. Untuk menaikkan religiusitas dilakukan melalui pemantapan dan pengembangan pendidikan religiusitas yang terdiri dari lima kegiatan inti, yaitu : (a) Olah batin, untuk merubah nurani menjadi bening, (b) Olah akal, untuk menajamkan otak, (c) Olah rasa, untuk meningkatkan simpati dan empati, (d) Olah raga, untuk menyehatkan jasmani, (e) Olah karya, untuk menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. Hasil penelitian ini hanya berlaku untuk kelompok mahasiswa usia 20 – 30 tahun, untuk kelompok lain harus dilakukan penelitian lanjutan agar konsep penelitian ini dapat diberlakukan untuk memperbaiki kinerja kelompok dan individu diluar mahasiswa ya ng berusia 20 – 30 tahun.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Perilaku Pengendara,Kecelakaan Sepeda Motor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.