PENGEMBANGAN KONSEP GEOGRAFI WAKTU DALAM KAJIAN GENDER DAN BENCANA MELALUI PENGALAMAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) DALAM BENCANA KEKERINGAN
Alia Fajarwati, Prof. Dr. Sukamdi, M.Sc.; Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, S.Si., M.T.; Dr. Umi Listyaningsih, M.Si.
2024 | Disertasi | S3 Geografi
Geografi waktu adalah konsep yang
berorientasi pada batasan untuk memahami aktivitas manusia dalam ruang dan
waktu. Melalui Konsep Geografi Waktu, kendala,
aktivitas dominan, dan jangkauan individu dapat divisualisasikan dengan
menciptakan gambaran perjuangan sehari-hari antara aktivitas, pengambilan
keputusan, rintangan, dan kebijakan intervensi dari perspektif individu dan
pada geografis tingkat lokal. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif dengan pendekatan Grounded Theory yang bertujuan
untuk: 1) mengidentifikasi aktivitas dan kendala yang dihadapi Pekka
sehari-hari dan dalam menghadapi bencana kekeringan menggunakan konsep
‘Geografi Waktu’; 2) menstruktur konsep waktu melalui pendefinisian
waktu oleh Pekka; dan 3) mengembangkan
konsep Geografi Waktu dalam konteks Gender dan Bencana melalui pengalaman Pekka dalam bencana
kekeringan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.
Penelitian ini
memiliki keterbatasan dalam menerapkan metode ini karena dilasanakan pada saat
pandemi Covid-19. Dusun Gunung
Butak, Desa Giripanggung, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DIY dipilih
sebagai daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun
perspektif gender dan bencana belum pernah diterapkan dalam konsep Geografi
Waktu, namun hasil penelitian ini membuktikan bahwa konsep Geografi Waktu dapat
membantu memahami kerentanan (unik) Pekka sekaligus sekaligus
mengidentifikasi jenis kerentanan berdasarkan waktu dalam sehari maupun
setahun, mengidentifikasikan faktor dan menganalisa akar penyebab kerentanan
mereka yang bermanfaat untuk mengembangkan konsep kerentanan. Penelitian
ini menunjukkan bahwa waktu memiliki sifat bipolar yaitu pasif-aktif,
absolut-relatif, terbatas-tak terbatas (dapat diciptakan). Sebagaimana ruang,
waktu merupakan wadah bagi banyak hal, misalnya aktivitas manusia, pengalaman,
emosi, interaksi antar manusia dan sebagainya, namun demikian, waktu juga
merupakan sumberdaya yang terbatas maupun dapat diciptakan (reproduction of
time). Penelitian ini menghasilkan konsep dan model
untuk memahami fenomena dengan menggunakan pendekatan Geografi Waktu dengan
perspektif Gender dan Bencana yang bermanfaat untuk mendorong Pengarusutamaan
Gender (dan kaum rentan) dalam Manajemen Bencana.
Time Geography is a boundary-oriented
concept for understanding
human activities in space and time. Through the Concept of time geography,
constraints, dominant activities, and individual path can be
visualized by creating a picture of daily struggles between activities,
decision making, obstacles and intervention policies from an individual
perspective and at a local geographic level. This research is qualitative
research with a Grounded Theory approach which aims to: 1) identify the
activities and constraints experienced by WHH on a daily
basis and in dealing with drought using the concept of 'Time Geography'; 2) structure
the concept of time through defining time by WHH; and 3)
develop the concept of 'Time Geography' in the context of 'Gender and Disaster'
through WHH's experiences
in drought.
This research is qualitative research. This
research has limitations in applying this method because it was carried out
during the Covid-19 pandemic. Gunung Butak Hamlet, Giripanggung Village, District
Tepus, Gunungkidul Regency, DIY was chosen as the research area. The research results
show that although the gender and disaster perspective has never been applied
in the concept of Time Geography, the results of this research prove that the
Time Geography concept can help understand the (unique) vulnerability of WHH
while also identifying types of vulnerability based on time of day or year,
identifying factors and analyzing the root causes of their vulnerability which
is useful for developing the concept of vulnerability. This research shows that
time has bipolar properties, namely passive-active, absolute-relative,
limited-infinite (can be created). Like space, time is a container for many
things, for example human activities, experiences, emotions, interactions
between humans and so on, however, time is also a resource that is limited and
can be created (reproduction of time). This research produces a theory/model
for understanding phenomena using the concept of Time Geography with a Gender
and Disaster perspective which is useful for encouraging Gender Mainstreaming
(and vulnerable people) in Disaster Management.
Kata Kunci : Geografi Waktu, Gender dan Bencana, Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam manajemen bencana