Laporkan Masalah

Strategi rumahtangga transmigran dalam memenuhi kebutuhan dasar di Provinsi SUmatera Selatan

YAMIN, M, Promotor Prof.Dr. Ida Bagoes Mantra

2003 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian

Transmigrasi merupakan program pemerintah yang telah dimulai sejak masa kolonial sampai sekarang, namun masih banyak transmigran yang kondisi ekonominya relatif rendah sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui 1) kontribusi, distribusi dan keamanan pendapatan rumahtangga transmigran, 2) strategi rumahtangga dalam memenuhi kebutuhan dasar rumahtangga, dan 3) tingkat risiko usaha yang dihadapi transmigran. Daerah penelitian dilakukan di Provinsi Sumatera Selatan, UPT/desa dipilih secara sengaja (purposive) dengan kriteria transmigrasi pola umum, jenis lahan kering dan lahan pasang surut, umur pemukiman baru (maksimum 7 tahun) dan pemukiman lama (lebih dari 7 tahun). Dari masing-masing UPT/desa diambil sampel rumahtangga secara acak (random) sebesar lebih-kurang 15% dari jumlah populasi. Metode analisis data yang digunakan berdasarkan tujuan adalah dengan HPI (Household Poverty Index), regresi, anova, coefisien variasi dan standar deviasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pendapatan transmigran di lahan kering maupun di lahan pasang surut masih relatif rendah dan sebagian besar transmigran pemukiman baru berada di bawah garis kemiskinan sedangkan pada pemukiman lama berkurang walaupun masih banyak yang miskin. Kontribusi pendapatan yang terbesar pada transmigran di lahan pasang surut dan lahan kering untuk pemukiman baru dari usahatani tanaman pangan padi dan selain padi yaitu kacang hijau, kedelai, kacang tanah, sayuran dan buah-buahan. Kontribusi pendapatan yang tertinggi pada taransmigran pemukiman lama berasal dari usahatani tanaman perkebunan. Pendapatan transmigran miskin masih dalam katagori relatif aman terlihat dari nilai HPI lebih besar dari 80. Untuk transmigran tidak miskin, sebagian besar transmigran memiliki pendapatan yang relatif rentan sehingga dapat jatuh kembali menjadi miskin, terlihat dari coefisien variasi pendapatan yang masih tinggi sehingga bila terjadi penurunan pendapatan sebesar coefisein variasi, pendapatan transmigran akan termasuk katagori miskin kembali. Terjadi perbedaan dalam pengalokasian beberapa input produksi antara transmigran tidak miskin dan tramigran miskin. Transmigran di lahan kering pemukiman baru, alokasi modal kerja transmigran tidak miskin lebih besar dari yang tergolong miskin. Di lahan pasang surut modal kerja dan curahan tenaga kerja lebih besar transmigran tidak miskin dibandingkan transmigran miskin. Sedangkan di lahan kering pemukiman lama, transmigran tidak miskin mengalokasikan modal kerja, tenaga kerja dan luas tanam lebih besar dibandingkan transmigran miskin. Di lahan pasang surut, tramigran tidak miskin mengalokasikan modal kerja, tenaga kerja lebih besar dibandingkan transmigran miskin. Sebagian besar pendapatan transmigran digunakan untuk kebutuahan pangan dan sedikit sekali yang digunakan untuk keperluan selain pangan. Sehingga pola konsumsi transmigran pada semua jenis lahan dan umur pemukiman masih mengutamakan kebutuhan pangan sebagai kebutuhan dasar rumahtangga. Selain itu semakin besar pendapatan maka semakin basar proporsi pendapatan yang ditabung dan semakin lama pemukiman maka pendapatan semakin tinggi dan proporsi untuk ditabung juga besar. Strategi jangka pendek rumahtangga transmigran yang merupakan upaya mengatasi kebutuhan yang bersifat darurat bersumber dari pendapatan permanen dan pendapatan transitory. Pada pemukiman baru berasal dari kelompok usaha tanaman. Hal ini tidak ada perbedaan di lahan kering dan dalahan pasang surut. Pendapatan tidak permanen bersumber dari usaha ternak dan off farm. Konsumsi permanen baru pada tingkat pangan pokok sedangkan sandang, pendidikan, perabot, dan lain lain termasuk konsumsi transitory. Pada lahan kering pemukiman lama, pendapatan permanen di lahan kering berasal dari hasil tanaman dan off farm, sedangkan di lahan pasang surut berasal dari hasil tanaman saja. Sehingga dengan keterbatasan pendapatan transmigran terpaksa menunda atau mengorbankan kebutuhan pokok yang lain. Strategi jangka panjang transmigran mengalami pergeseran dengan bertambahnya umur pemukiman yaitu dari mengutamakan tanaman pangan kepada tanaman perkebunan. Namun umur pemukiman yang telah dilalui transmigran padasaat penelitian belum cukup untuk membuat usahatani tanaman perkebunan mendominasi pendapatan rumahtangga transmigran

Transmigration has been the Indonesian government’s program since colonization era until today. However there are some migrants who have relatively low income so that they could not fulfil their basic needs. The objective of this research is to know about: 1) contribution, distribution, and endurance of the migrant’s household income, 2) the household strategy in order to fulfil the household basic needs and 3) risk level of the effort faced by migrant. The research was done in South Sumatra Province with UPT/ rural that is selected purposively with criterion of general transmigration programe, upland and lowland area, the life of a new settlement (maximum for seven years) and old settlement (more than seven years). The sample of household is taken randomly from each UPT/rural for about 15% of the amount of population. The method of analysis based on the objective is using the HPI (Household Poverty Index), regression, ANOVA, coefficient of variation and standard deviation. The result of this analysis is that there are still relatively low of migrants’ income in both upland and lowland area. Almost the incomes of migrants who live in the new settlement are under poverty line while in the old settlement migrants who live under poverty line are less although there still several are poor. The biggest contribution of the migrants who live in the new settlement in both upland and lowland area comes from paddy and other food crops. The highest contribution of the migrants who live in the old settlement comes from the plantation farming. The poor migrants’ incomes are still relatively safe. The non poor migrants are still unstable that can be poor again if there is an income decrease as the interval of income variation. There is a difference in some production input allocation that is between non poor migrants and poor migrants. The work capital allocation for non poor migrants is bigger than for poor migrants in the new settlement of upland area. The work capital allocation and labour falling of non poor migrants is bigger than of poor migrants in lowland area. Non poor migrants allocate the bigger work capital, labour and plantation space than the poor migrants in old settlement of upland area. In lowland area, non poor migrants allocate the bigger work capital and labour than the poor migrants. Most of migrants’ incomes are distributed to fulfil the basic needs that is food and a few for other necessities. So it can be concluded that almost all migrants’ consumption pattern tend to have food necessities as the basic household necessity. Besides, the more higher the income the more higher the saving and the more older the settlement the more higher the income and the more bigger the saving. Short-term strategy of migrant’s household is that new settlement migrant would get permanent income from the crops. There is no difference between the upland and lowland settler. Transitory income comes from the cattle stock and off farm. Permanent consumption is still on the primary food level while transitory consumption consists of clothes, education, furniture, et cetera. In old settlement of upland area, permanent income comes from the crops and off farm, while in lowland comes only from the crops. As a result of migrants’ income limitation they should postpone or sacrifice the other necessities. Long-term strategy of migrants shifted because of the growing age of the settlement that is from only specializing on food crop to plantation crop. However the settlement life that has been passed by migrant and that has been observed is not enough to establish a farming of plantation crop that dominate migrant’s household income.

Kata Kunci : Ekonomi Pertanian,Rumah Tangga Transmigran,Kebutuhan Dasar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.