Studi Kelayakan Pembangunan Jalan Tol Manado – Tomohon Ditinjau Dari Aspek Kelayakan Ekonomi dan Finansial
Rezkitha Firmani Bara, Ir. M. Rizka Fahmi Amrozi, S.T., M.Sc., Ph.D.; Ir. Taqia Rahman, S.T., M.Sc., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi
Perkembangan wilayah berimplikasi pada bertambahnya permintaan perjalanan berupa peningkatan akitivitas pergerakan orang dan barang. Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah dalam rangka mempertahankan kinerja jalan. Salah satu upaya pemerintah yaitu dengan adanya rencana pembangunan Jalan Tol sesuai dengan Dokumen RTRW Sulawesi Utara Tahun 2010 – 2034 dengan salah satu segmennya yaitu Tol Manado - Tomohon. Untuk menghasilkan proyek jalan tol yang baik diperlukan suatu mekanisme yang mampu mengevaluasi secara komperhensif rencana proyek yang akan dilakukan melalui tahapan studi kelayakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Jalan Tol Manado – Tomohon ditinjau dari aspek kelayakan ekonomi dan kelayakan finansial. Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu memprediksikan demand jalan tol menggunakan metode stated preference. Selanjutnya melakukan perhitungan total biaya investasi dan nilai manfaat dengan adanya pembangunan jalan tol tersebut. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis kelayakan ekonomi dan finansial adalah Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP).
Berdasarkan hasil analisis kelayakan ekonomi, didapatkan bahwa nilai NPV rata-rata dari semua skenario adalah sebesar -Rp17,313,609.71 juta, sementara BCR rata-rata menunjukkan angka 0.43. Selain itu, dalam penilaian kelayakan finansial, diperoleh hasil bahwa IRR rata-rata mencapai -11%, jauh di bawah tingkat pengembalian minimum yang disyaratkan. Ditambah lagi, arus kas kumulatif proyek tetap negatif hingga akhir periode analisis, yang berarti proyek ini belum mencapai payback period, atau belum mampu mengembalikan modal yang telah diinvestasikan. Secara keseluruhan, analisis ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun indikator kelayakan investasi yang memenuhi kriteria proyek yang layak baik dari segi ekonomi maupun finansial. Hal ini semakin menegaskan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Tol Manado – Tomohon jauh lebih besar dibandingkan dengan manfaat ekonomi yang dihasilkan, serta tingkat pengembalian investasi yang tidak menguntungkan secara finansial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembangunan Tol Manado – Tomohon dinyatakan tidak layak, baik dari segi ekonomi maupun finansial.
The development of the region has implications for increasing travel demand in the form of increased activity in the movement of people and goods. Various efforts have been made by the government in order to maintain road performance. One of the government's efforts is the existence of a Toll Road development plan in accordance with the North Sulawesi RTRW Document 2010 - 2034 with one of the segments being the Manado - Tomohon Toll Road. To produce a good toll road project, a mechanism is needed that is able to comprehensively evaluate the project plan that will be carried out through the feasibility study stage.
This study aims to determine the feasibility of the Manado - Tomohon Toll Road in terms of economic feasibility and financial feasibility. The analysis was carried out by first predicting the demand for toll roads using the stated preference method. Furthermore, calculating the total investment cost and benefit value with the construction of the toll road. The methods used in conducting economic and financial feasibility analysis are Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) and Payback Period (PP).
Based on the results of the economic feasibility analysis, it was found that the average NPV value of all scenarios was -Rp17,313,609.71 million, while the average BCR showed 0.43. In addition, in the financial feasibility assessment, it was found that the average IRR reached -11%, well below the minimum required rate of return. In addition, the project's cumulative cash flow remained negative until the end of the analysis period, which means that the project has not yet reached the payback period, or has not been able to recover the invested capital. Overall, this analysis shows that none of the investment feasibility indicators meet the criteria of a viable project from both an economic and financial perspective. This further confirms that the costs required for the construction of the Manado - Tomohon Toll Road are far greater than the economic benefits generated, as well as the financially unfavorable rate of return on investment. Thus, it can be concluded that the construction of the Manado - Tomohon Toll Road is declared not feasible, both from an economic and financial perspective.
Kata Kunci : Jalan Tol, Analisis Kelayakan, Net Present Value, Benefit Cost Ratio