Kajian Kebenaran Hasil Persilangan dan Daya Gabung Padi
Alwa Widi Aisya, Prof. Dr. Ir. Taryono, M. Sc; Dr. Erlina Ambarwati, S.P., M.P.
2024 | Tesis | S2 Ilmu Pemuliaan Tanaman
Tantangan di masa depan dalam menghadapi meningkatnya permintaan beras di tengah ancaman penurunan produksi akibat perubahan iklim menjadikan usaha perbaikan sifat umur genjah dengan daya hasil tinggi padi diperlukan sebagai pemecahan permasalahan tersebut. Universitas Gadjah Mada memiliki varietas dan galur harapan Gamagora yang memiliki potensi daya hasil tinggi, akan tetapi umur panennya masih di atas 110 hari. Hal tersebut melatarbelakangi kegiatan persilangan Gamagora dengan padi berumur genjah sebagai upaya perbaikan sifat. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengenali jejak genetik setiap individu F1 yang dihasilkan dari persilangan; 2) Mendapatkan informasi daya gabung umum dan khusus sebagai landasan dalam pengembangan varietas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan persilangan North Carolina II dan rancangan lingkungan Augmented Design 8 blok. Gamagora-2, Gamagora-4, Gamagora-7, Gamagora-10, SR Super, Inbrida M70D, Trisakti, MSP 17 Beras Merah, dan Genjah Blora merupakan genotipe yang digunakan sebagai tetua. Penanda SSR yang digunakan adalah RM 28199, RM 263, RM 508, RM 587, RM 8225, dan RM 24393. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa terdapat 292 tanaman terbukti sebagai individu F1 yang benar oleh penanda SSR dari 321 individu yang diuji. Hasil analisis daya gabung menunjukkan bahwa daya gabung umum hanya nyata pada bobot 100 biji dengan Gamagora-4 sebagai tetua yang memiliki daya gabung paling tinggi pada sifat tersebut. Sementara itu, daya gabung khusus nyata pada semua sifat yang diamati. Berdasarkan hasil daya gabung, uji perbandingan antar genotipe, serta heatmap cluster didapatkan bahwa genotipe G04/GEB memiliki potensi umur genjah dengan daya hasil tinggi karena memiliki umur berbunga 44 hari setelah semai (hss) dan umur panen 104 hss dengan bobot bulir per tanaman tertinggi dari semua genotipe, yaitu 33,77 g.
Kata Kunci: North Carolina II, Padi, Simple Sequence Repeat (SSR)
The increasing rice demand and the threat of declining production due to climate change necessitate increasing rice national production by breeding improvements for early maturity and high yield. Universitas Gadjah Mada has developed promising lines, Gamagora, with high yield potential. However, its harvesting time is still over 110 days. This background led to the crossing of Gamagora with early-maturing rice as a solution to improve traits. The objectives of this research are 1) To identify the genetic profile of each F1 individual resulting from the crossing; 2) To obtain information on general and specific combining abilities as a basis for variety development. The study used the North Carolina II mating design and the Augmented Design 8-block for environmental design. Gamagora-2, Gamagora-4, Gamagora-7, Gamagora-10, SR Super, Inbrida M70D, Trisakti, MSP 17 Beras Merah, and Genjah Blora were used as parents. The SSR markers used were RM 28199, RM 263, RM 508, RM 587, RM 8225, and RM 24393. The results indicated that 292 plants were correctly confirmed as F1 individuals by the SSR markers out of the 321 individuals tested. The combining ability analysis showed that the general combining ability was only significant for the weight of 100 grains, with Gamagora 4 being the female parent. Meanwhile, the specific combining ability was significant for all observed traits. Based on combining ability results, genotype comparison tests, and heatmap clustering, it was found that the G04/GEB genotype has the potential for early maturity and high yield, with a flowering time of 44 days after sowing (DAS), harvesting time of 104 DAS and the highest grain weight per plant, which is 33,77 grams.
Kata Kunci : North Carolina II, Padi, Simple Sequence Repeat (SSR)