Laporkan Masalah

Pendugaan Parameter Genetik Populasi F2 Hasil Persilangan Terung (Solanum melongena L.) Putih x Gelatik (TE-15 x TE-18) dan Ungu x Gelatik (TE-588 x TE-18)

Mhd Irfan Hilmi, Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc.; Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D.

2024 | Tesis | S2 Ilmu Pemuliaan Tanaman

Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman keluarga Solanaceae yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di Indonesia. Pemahaman terhadap parameter genetik menjadi kunci dalam pengembangan varietas unggul untuk memenuhi permintaan terung yang akan terus meningkat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2022 hingga Mei 2023 di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini menggunakan tiga tetua yaitu terung gelatik (TE-18), terung putih (TE-15), dan terung ungu (TE-588), 12 genotipe F2 yang terdiri dari enam genotipe persilangan 10 yaitu persilangan TE-15 x TE-18, enam genotipe persilangan 7 yaitu persilangan TE-588 x TE-18. Populasi F2 hasil persilangan memiliki keragaan karakter yang beragam dan mewarisi beberapa sifat unggul dari tetuanya. Populasi F2 persilangan 10 memiliki berat panen per tanaman yang melebihi kedua tetuanya, yang menunjukkan adanya potensi segregasi transgresif. Bentuk buah yang paling dominan pada persilangan 10 adalah buah yang berbentuk lonjong, sedangkan pada persilangan 7 adalah buah yang berbentuk bulat pipih. Bentuk buah pada kedua persilangan memiliki nisbah 12:3:1 dan dikendalikan oleh gen yang bersifat dominan epistasis. Nilai heritabilitas arti sempit karakter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah per tanaman, berat per buah, panjang buah, dan diameter buah memiliki kriteria tinggi (lebih besar dari 0,5), sedangkan pada karakter penting yaitu berat panen per tanaman memiliki nilai heritabilitas arti sempit sebesar 0,1 dengan kriteria rendah (kurang dari 0,2). Karakter jumlah buah per tanaman, berat panen total per tanaman, berat per buah, dan panjang buah memiliki nilai koefisien keragaman genetik yang tinggi, yang menunjukkan bahwa karakter tersebut secara genetik beragam. Jumlah buah per tanaman memiliki hubungan yang nyata dan erat dengan karakter hasil pada kedua persilangan. Jumlah buah per tanaman dapat digunakan sebagai kriteria seleksi secara tidak langsung dengan tujuan untuk peningkatan hasil terung.

Eggplant (Solanum melongena L.) is a widely cultivated and consumed vegetable in Indonesia. A comprehensive understanding of genetic parameters is key in developing superior varieties to meet the increasing demand for eggplant This research was conducted from December 2022 to May 2023 at the Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada. This research used Three parental genotypes terung gelatik (TE-18), terung putih (TE-15), terung ungu (TE-588) and six F2 genotypes from the TE-15 x TE-18 cross and six genotypes from the TE-588 x TE-18 cross. The F2 population resulting from the cross exhibited a wide range of variations and inherits superior traits from its parents. The F2 population of cross 10 exhibited transgressive segregation, producing offspring with higher yield than both parents. The most common fruit shape in F2 population cross 10 was obovate, while flattened globular fruits were more prevalent in cross 7. Both crosses displayed a 12:3:1 ratio of fruit shapes controlled by dominant epistatic genes. Narrow-sense heritability estimates for plant height, stem diameter, number of fruits per plant, fruit weight, fruit length, and fruit diameter were high (>0.5), indicating a strong genetic control over these traits. Conversely, the narrow-sense heritability for yield was low (<0>

Kata Kunci : heritabilitas, keragaman genetik, parameter genetik, terung

  1. S2-2024-471461-abstract.pdf  
  2. S2-2024-471461-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-471461-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-471461-title.pdf