Laporkan Masalah

Evaluasi Pasca Huni Rumah Sehat Pada Perumahan Nelayan di Sumbawa Barat

Muhammad Luthfie, Ir. Agam Marsoyo, M.Sc.,Ph.D

2024 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Dari 66 Desa/Kelurahan yang ada di Sumbawa Barat, sebanyak 8 desa permukimannya berada tepat di wilayah pesisir. Desa Labuhan Lalar adalah desa dengan jumlah nelayan paling banyak dengan 455 atau 14% masyarakatnya memilih profesi nelayan sebagai pekerjaan utama mereka. Pada tahun 2015 pemerintah melakukan relokasi nelayan dari tepi pantai yang sering terkana bencana gelombang pasang ke perumahan nelayan yang lokasinya lebih aman. Setelah 8 tahun ditempati, perlu untuk melihat kembali sejauh mana performa perumahan untuk nelayan ini berdampak pada kehidupan penghuninya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kondisi kesehatan penghuni sebelum dan setelah berhuni di perumahan nelayan serta mengevaluasi performa pasca huni perumahan nelayan Desa Labuhan Lalar dalam mendukung kesehatan penghuninya.

Penelitian ini adalah penelitian evaluasi pasca huni dengan pendekatan deduktif kuantitatif. Metode perbandingan sebelum dan setelah digunakan untuk mengetahui tingkat kesehatan penghuni berdasarkan kesehatan lingkungan, perilaku kesehatan, dan pelayanan kesehatan. Sementara elemen hunian yang dievaluasi terdiri dari elemen teknis, elemen fungsional, dan elemen perilaku untuk mengetahui performa hunian. Unit amatan penelitian ini adalah keluarga yang menjadi penghuni perumahan nelayan dalam interaksi mereka dengan hunian yang ditempati. Jumlah reponden menggunakan keseluruhan populasi yakni sebanyak 90 keluarga.

Hasilnya telah ditemukan tingkat kesehatan penghuni berdasarkan faktor kesehatan lingkungan menurun menjadi 66,7% setelah menetap di perumahan nelayan, dari sebelumnya tingkat kesehatan mereka sebesar 80% saat sebelum penghuni pindah ke perumahan tersebut. Artinya terdapat 13,3% penghuni yang menderita penyakit tertentu setelah mereka berhuni di perumahan nelayan, meskipun perilaku kesehatan penghuni menjadi lebih baik pasca huni. Setelah dilakukan evaluasi pasca huni, hal ini diduga berkaitan dengan temuan sebesar 69,24% elemen teknis perumahan nelayan Desa Labuhan Lalar tidak memenuhi standar kesehatan untuk digunakan sebagai tempat berhuni yaitu kelembaban dalam hunian, ventilasi hunian, kebisingan sekitar hunian, lantai hunian, atap hunian, dinding hunian, kualitas air bersih, dan pengolahan persampahan.

From the 66 villages/urban districts in West Sumbawa, 8 villages are located directly on the coastal area. Labuhan Lalar Village has the highest number of fishermen with 455 or 14% of its population choosing fishing as their primary occupation. In 2015, the government relocated fishermen from the coastal areas frequently affected by tidal wave disasters to safer fishermen's housing. After 8 years of occupancy, it is necessary to reassess the extent to which the performance of this fishermen's housing has impacted the lives of its residents. Therefore, this study aims to compare the health conditions of residents before and after living in fishermen's housing, and to evaluate the post-occupancy performance of Labuhan Lalar Village's fishermen's housing in supporting the health of its residents.

The research was a post-occupancy evaluation study used a deductive quantitative approach. The comparative method before and after was used to determine the health status of residents based on environmental health, health behavior, and healthcare services. Meanwhile, the evaluated housing elements consist of technical elements, functional elements, and behavioral elements to assess housing performance. The unit of analysis was families residing in the fishermen’s housing and their interaction with the housing. The number of respondents comprised the entire population totaling 90 families.

The results showed that the health rate of residents based on environmental health factors decrease to 66.7?ter residing in the fishermen housing, compared to their previous health rate of 80?fore moving to the housing. This means that 13.3% of residents suffer from certain illnesses after residing in the fishermen housing, despite improvements in residents' health behaviors post-occupancy. After conducting the post-occupancy evaluation, this is suspected to be related to the finding that 69.24% of technical elements of Labuhan Lalar Village's fishermen housing do not meet health standards for occupancy, including indoor humidity, housing ventilation, surrounding noise, floor condition, roof condition, wall condition, water quality, and waste management.

Kata Kunci : Evaluasi Pasca Huni, Kesehatan, Hunian

  1. S2-2024-508278-abstract.pdf  
  2. S2-2024-508278-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-508278-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-508278-title.pdf