Perilaku ekonomi petani terhadap risiko usahatani di lahan pantai Kabupaten Kulon Progo
JUARINI, Promotor Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, MSc
2003 | Disertasi | S3 Ilmu PertanianPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat risiko biaya, harga, produksi dan pendapatan pada berbagai pola tanam serta perilaku petani terhadap risiko usahatani lahan pantai , (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani terhadap risiko, (3) mengetahui hubungan antara risiko dengan keuntungan kotor yang diharapkan, (4) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usahatani lahan pantai, dan (5) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan teknologi irigasi dan tanaman. Penelitian ini dilakukan di lahan pantai Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo. Ada empat kombinasi teknologi irigasi dan tanaman, yaitu “Lombok Pompaâ€, “Semangka Pompaâ€, “Lombok Semangka Pompa†dan “Lombok Timbaâ€.120 bidang lahan/rumah tangga tani diambil sebagai sampel dari 408 bidang lahan yang ditanami tanaman dominan secara proporsional dari masing-masing kombinasi teknologi irigasi dan tanaman. Analisis koefisien variasi, regresi, MOTAD Programming dan MLE (Maximum Likelihood Estimation) dengan paket program Zhazam, BLPX88 dan SPSS digunakan dalam analisis ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar petani enggan terhadap risiko usahatani lahan pantai. Risiko harga dan produksi yang paling besar dihadapi oleh Pola Lombok Pompa, variasi biaya paling besar dihadapi Pola Semangka Pompa ,sedangkan petani dengan Pola Lombok Timba menghadapi risiko pendapatan yang paling besar. Perilaku petani terhadap risiko dipengaruhi oleh pengalaman petani berusahatani di lahan pantai, jumlah anggota keluarga, bulan tanam, jarak lahan dari garis pantai dan pola kombinasi irigasi dan tanaman. Semakin besar keuntungan kotor yang diharapkan maka semakin besar pula kerugian yang harus ditanggung petani (risiko) dan sebaliknya. Untuk mengurangi risiko petani cenderung melakukan diversifikasi. Keuntungan usahatani lahan pantai dipengaruhi oleh harga bibit, harga pupuk organik, harga pupuk unorganik, harga output, luas lahan garapan, tanaman pelindung, bulan tanam, jumlah ternak (sapi) yang dimiliki petani dan pola kombinasi irigasi dan tanaman. Pemilihan pola kombinasi irigasi dan jenis tanaman dipengaruhi oleh perilaku petani terhadap risiko, luas lahan yang dikuasai petani, tenaga penyiraman, bulan tanam, jarak lahan dari garis pantai, tanaman pelindung dan jumlah ternak yang dimiliki petani. Untuk pengembangan lahan pantai diperlukan investasi public yang berupa wind barrier, subsidi yang berupa sarana dan prasarana irigasi dan perencanaan pola tanam yang baik.
The research aims to determine: (1) the level of risk of cost, risk of price, risk of production, and risk of income on the various of cropping pattern with the farmer behavior toward risks of shore land farming, (2) factors affecting the farmer behavior toward risks, (3) the relation between risks with expected gross margin, (4) factors affecting profit of shore land farming, (5) factors affecting the selection of irrigation technology and plants. The research was conducted at the shore land of sub district Panjatan Kulon Progo Regency. There were four combination of irrigation technology and plants: “Pump-Chiliâ€, “Pump-Watermelonâ€, “Pump Chili-Watermelon†and “Dipper-Chiliâ€. 120 farm fields/farm household were taken as samples from 408 farm fields proportionally according to each combinations. Analysis of variation coefficient, regression, MOTAD programming and Maximum Likelihood Estimation by utilizing Shazam program, BLPX88 program and SPSS program were used in the analysis. Results of analysis show that most farmers are risk averse in shore land farming. Risk of price and risk of production those biggest were faced by Pump-Chili, variation of cost that biggest were faced by Pump-Watermelon, while the farmers with Dipper-Chili to face risk of income that bigge st. The farmer behavior toward risks was affected by experience of farmers, family size, planting month , the distance of land from shore line and cropping pattern. The higher expected gross margin related to higher the loss that was guaranted by the farmer, and reverse. In minimizing the risks, the farmers tend to diversify. The profit of the farming in shore land was affected by price of seed, price of organic fertilizer, price of unorganic fertilizer, price of output, farm size, planting month, wind barrier, number of livestock (cows) and cropping pattern. The selection of irrigation technology and plants was affected by the farmer behavior toward risks, the farm size , the watering labour, planting month, the distance of land from shore line, wind barrier, and number of livestock. Development of shore land need public investment that consist of wind barrier, subsidy on irrigation facility and infrastructure, and planning of good cropping pattern.
Kata Kunci : Usahatani Lahan Pantai,Perilaku Ekonomi