Laporkan Masalah

Analisis Stakeholder Dalam Program Desa Mandiri Budaya (DMB) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Kasus DMB di Desa/Kalurahan Panggungharjo, Kabupaten Bantul)

Karlina Dewi Sukarno, Dr. Nunuk Dwi Retnandari M.Si

2024 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Penelitian ini menggunakan sudut pandang analisis stakeholder dalam mendeskripsikan dan menjelaskan keterlibatan serta hubungan antar stakeholder dalam melaksanakan program Desa Mandiri Budaya (DMB) tepatnya di Kalurahan Panggungharjo, Kabupaten Bantul. Program DMB merupakan salah satu dari 11 kebijakan strategis Gubernur DIY yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor 100 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Khusus Keistimewaan (BKK). Selain itu program DMB yang menjadi bagian dari urusan kebudayaan mendapat alokasi dana paling besar dibanding urusan kesitimewaan lainnya. Dalam pelaksanaan program ini melibatkan banyak stakeholder mulai dari tingkat kalurahan hingga pemerintah daerah. Banyaknya stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan program berpengaruh terhadap output yang dihasilkan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas pelaksanaan program DMB dan menganalisis keterlibatan serta hubungan stakeholder dalam pelaksanaan DMB di Desa Panggungharjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara langsung, serta data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen resmi, jurnal ataupun artikel yang memiliki relevansi dengan pelaksanaan program DMB di Desa Panggungharjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan program DMB di Desa Panggungharjo. Kaitannya mengenai keterlibatan stakeholder, teridentifikasi melalui pemetaan stakeholder yang terdapat stakeholder kunci, utama, penunjang yang selanjutnya diklasifikasikan ke dalam kuadran players, subject, context setter, dan crowd berdasarkan tingkat kepentingan dan pengaruh dalam pelaksanaan program. Dalam kaitannya dengan hubungan antar stakeholders, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi menjadi kunci dalam terciptanya relasi antar stakeholders. Paniradya Pati dan Dinas Kebudayaan menjadi aktor kunci dalam pelaksanaan program DMB di Desa Panggungharjo


The study uses a stakeholder analysis perspective in describing and explaining the involvement and relationships between stakeholders in implementing the independent Cultural Village (DMB) program, precisely in Panggungharjo Village, Bantul Regency. The DMB program is one of 11 strategic policies of the Governor of The Special Region of Yogyakarta as stated in the Governor Regulation (Pergub) of the Special Region of Yogyakarta Number 100 of 2020 concerning Guidlines for the Implementation of Special Assistance (BKK). In addition, the DMB program, which is part of cultural affairs, receives the largest allocation of funds compared to other special affairs. The implementaion of this program involves many stakeholders from the village level to the local government. The number of stakeholders involved in implementing the program affects the output produced in its implementation. This study aims to determine the reality of the implementation of the DMB program and analyze the involvement and relationships of stakeholders in the implementation of DMB in Panggungharjo Village. This study use a qualitative method with a case study approach. The type of data used in this study was obtained through direct interviews, and secondary data was obtained through official documents, journals or articles that are relevant to the implementation of DMB program in Panggungharjo Village. The result of this study indicate that there are 7 (seven) stakeholders involved in the implementation of the DMB program in Panggungharjo Village. In relation to stakeholder involvement, identified through stakeholder mapping, there are key, main, supporting stakeholders which are then classified into the players, subjecy, context setter, and crowd quadrants based on the level of interest and influence in program implementation. In relation to the relationship between stakeholders, communication, coordination, and colaboration are the keys to creating relationship between stakeholders. Paniradya Pati anda the Cultural Service are key actors in the implementation of the DMB program in Panggungharjo Village.

Kata Kunci : Analisis Stakeholder,Desa Mandiri Budaya,Cultural Policy

  1. S2-2024-490321-abstract.pdf  
  2. S2-2024-490321-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-490321-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-490321-title.pdf