Analisis Numerik Pengaruh Variasi Layout Phase Change Material Terhadap Karakteristik Pendinginan Cold
DANIEL FADLY, Dr. Ir. Hifni Mukhtar Ariyadi, S.T., M.Sc., IPM
2024 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Pada tahun 2050, populasi global diperkirakan akan melampaui 10 miliar, sehingga
memerlukan peningkatan produksi pangan sebesar 70%. Salah satu tantangan
utama dalam menghadapi peningkatan ini adalah mengurangi kehilangan dan
pemborosan pangan, yang sering kali disebabkan oleh manajemen pasca panen dan
penyimpanan yang tidak memadai. Cold storage menjadi solusi penting untuk
menjaga kualitas dan kesegaran produk pangan dengan menyimpan pada suhu
rendah. Namun, penggunaan mesin refrigerasi konvensional untuk cold storage
memiliki keterbatasan dalam hal konsumsi energi dan biaya operasional yang tinggi.
Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan Phase Change Material (PCM) dalam
cold storage box sebagai alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. PCM
memiliki kemampuan untuk menyimpan dan melepaskan energi selama perubahan
fase, sehingga dapat menjaga suhu dalam cold storage tetap stabil. Studi ini fokus
pada simulasi untuk mengetahui pengaruh variasi peletakan layout PCM dan
ketebalan PCM terhadap durasi dan suhu penyimpanan, serta fraksi cairan PCM.
Simulasi pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software ANSYS
Fluent 2020 R2. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kotak styrofoam
berukuran 34 cm x 25,5 cm x 28,5 cm sebagai cold storage, dan variasi layout PCM
dianalisis untuk mencari konfigurasi yang paling optimal. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Perubahan variasi peletakan layout PCM mempengaruhi
temperatur udara di dalam cold storage box. Layout 1 menunjukkan temperatur
tertinggi, mencapai sekitar 18°C. Layout 2, layout 3, dan layout 4 menunjukkan
temperatur lebih rendah, sekitar 5°C hingga 10°C selama periode stabil. Setelah 18
jam, semua layout menunjukkan peningkatan suhu, tetapi layout 2 (garis kuning)
meningkat paling lambat. Oleh karena itu, layout 2 adalah yang terbaik untuk cold
storage karena mampu mempertahankan suhu lebih rendah lebih lama.
By 2050, the global population is projected to exceed 10 billion, necessitating a
70% increase in food production. One of the main challenges in meeting this
demand is reducing food loss and waste, often caused by inadequate post-harvest
management and storage. Cold storage is a vital solution for maintaining the quality
and freshness of food products by storing them at low temperatures. However,
conventional refrigeration systems for cold storage have limitations in terms of
energy consumption and high operational costs. This study explores the use of
Phase Change Material (PCM) in cold storage boxes as a more efficient and
environmentally friendly alternative. PCM can store and release energy during
phase changes, helping to maintain stable temperatures within the cold storage. The
study focuses on simulations to determine the effects of PCM layout variations and
PCM thickness on storage duration, temperature, and liquid fraction of PCM.
Simulations were conducted using ANSYS Fluent 2020 R2 software. The research
was carried out using a styrofoam box measuring 34 cm x 25.5 cm x 28.5 cm as the
cold storage, and various PCM layouts were analyzed to find the most optimal
configuration. The results indicate that variations in PCM layout significantly affect
the air temperature within the cold storage box. Layout 1 showed the highest
temperature, reaching around 18°C. Layouts 2, 3, 4 andMmaintained lower
temperatures, around 5°C to 10°C during the stable period. After 18 hours, all
layouts exhibited an increase in temperature, but Layout 2 showed the slowest
increase. Therefore, Layout 2 is the best for cold storage as it can maintain lower
temperatures for a longer period.
Kata Kunci : Cold Storage, Phase Change Material (PCM), Variasi Layout PCM, Penyimpanan Pangan, Efisiensi Energi.